Antisipasi Karhutla, Polresta Pati Perkuat Sinergi Lintas Instansi

1 week ago 13

Pati, infojateng.id – Memasuki musim kemarau, Polresta Pati, Jawa Tengah, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rapat koordinasi (Rakor) lintas instansi yang digelar di halaman Mapolresta Pati, Selasa (4/8/2026) itu, untuk memastikan seluruh stakeholder siap melakukan pencegahan hingga penanganan apabila terjadi kebakaran.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Pati, instansi terkait, serta jajaran pejabat utama Polresta Pati.

Selain rakor, petugas juga melakukan gelar peralatan penanggulangan karhutla. Sejumlah sarana ditampilkan, mulai dari kendaraan operasional, alat pemadam, mesin pompa air, selang, perlengkapan personel hingga sarana komunikasi.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan peralatan dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan maupun lahan.

Kapolresta Pati Kombes Pol Sigit, mengatakan koordinasi lintas instansi diperlukan agar seluruh pihak memiliki pola penanganan yang sama.

“Hari ini kita melaksanakan koordinasi bersama seluruh stakeholder terkait untuk menyatukan langkah dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla di wilayah Kabupaten Pati,” kata Sigit.

Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas karena karhutla berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan lingkungan.

“Karbuthla dapat dicegah apabila seluruh pihak memiliki kepedulian dan kewaspadaan sejak dini. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Selain meningkatkan patroli dan pemantauan wilayah rawan, petugas juga akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Sigit menegaskan kesiapan personel harus dibarengi dengan kesiapan sarana dan prasarana.

“Selain kesiapan personel, kita juga memastikan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh masing-masing instansi dalam kondisi siap digunakan ketika dibutuhkan,” jelasnya.

Penanganan karhutla, kata Sigit, tidak dapat dilakukan oleh satu instansi. Kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, Perhutani, hingga masyarakat menjadi kunci.

“Tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, Damkar, Perhutani, serta masyarakat harus bersinergi agar pencegahan maupun penanganan dapat berjalan maksimal,” katanya.

Masyarakat juga diminta ikut mengawasi lingkungan sekitar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Untuk mempercepat respons, masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 Polresta Pati apabila membutuhkan bantuan kepolisian.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu Karhutla. Apabila menemukan kejadian darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi layanan Call Center 110 Polresta Pati agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” tutur Sigit.

Polresta Pati berharap koordinasi dan kesiapan lintas instansi tersebut dapat menekan potensi karhutla selama musim kemarau. Dengan dukungan masyarakat serta kesiapan personel dan peralatan, penanganan diharapkan dapat dilakukan secara cepat apabila kebakaran terjadi. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |