Haul Akbar Ponpes Al Marom Gerakkan Ekonomi Warga, Gus Yasin: Dagangan Laris Semua

4 weeks ago 44

Grobogan, Infojateng.id – Haul Akbar Kyai Ageng Kafiluddin K. Munawar Kholil ke-20 dan Masyayikh di Pondok Pesantren Al Marom, Menduran, Purwodadi, Grobogan Minggu (12/7/2026), tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan memperdalam ilmu agama. Ribuan jamaah yang memadati lokasi juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Puluhan lapak pedagang berjajar sepanjang jalan menuju lokasi acara. Beragam produk, mulai dari kuliner, sandal, pakaian hingga kebutuhan sehari-hari, laris diburu para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Salah seorang pedagang, Andi, mengaku sengaja datang dari Kaligawe, Kota Semarang, untuk berjualan di acara haul yang rutin digelar setiap tahun.

“Pasti buka dagangan kalau ada haul di sini, setahun sekali. Hasilnya lumayan,” ujarnya.

Berkah serupa dirasakan Widi, penjual lontong pecel khas Menduran. Bersama ibunya, ia tetap menjual dagangannya dengan harga Rp5.000 per porsi, namun omzet yang diperoleh meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa.

“Alhamdulillah bisa dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa,” katanya.

Tak hanya pedagang, para pengunjung dari luar daerah juga menikmati beragam kuliner khas Menduran. Asih, pengunjung asal Jakarta, menilai kegiatan haul memberi manfaat ganda, yakni memperkuat nilai spiritual sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Haul ini bisa membantu warga Menduran berjualan. Pengunjung dari luar datang untuk membeli jajanan khas di sini,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang turut menghadiri acara tersebut mengatakan, kegiatan keagamaan seperti haul memiliki dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu mengaku melihat langsung ramainya aktivitas perdagangan di sepanjang jalan menuju lokasi acara.

“Tadi saya lihat selama perjalanan, dagangan laris semua,” kata Gus Yasin.

Menurutnya, di tengah tantangan ekonomi global, kegiatan keagamaan yang dihadiri ribuan orang mampu menjadi penggerak ekonomi lokal. Manfaatnya tidak hanya dirasakan pondok pesantren sebagai penyelenggara, tetapi juga para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari momentum tersebut.

“Enggak diambil pondok sendiri. Semuanya hidup. Yang berdagang juga bisa pulang, bisa nyaur utang,” selorohnya.

Haul Akbar Ponpes Al Marom yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah, di antaranya Demak, Rembang, Semarang, serta dari luar Jawa Tengah seperti Jakarta dan Jawa Barat.

Ramainya jamaah menjadikan haul tidak hanya sebagai momentum mempererat ukhuwah dan meneladani para ulama, tetapi juga menjadi pengungkit perputaran ekonomi masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Al Marom Menduran. (one/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |