IPB Dampingi PCNU Batang Kembangkan Tanah Wakaf 5,67 Hektare Jadi Kawasan Agribisnis

6 days ago 13

Batang, infojateng.id – IPB University mendampingi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang mengembangkan tanah wakaf seluas 5,67 hektare di Desa Selopajang Timur, Kecamatan Blado, menjadi kawasan agribisnis terpadu berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF).

Pendampingan tersebut dilakukan melalui program Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) 2026. Pengembangan kawasan dirancang tidak hanya untuk kegiatan pertanian dan peternakan, tetapi juga pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, konservasi lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan warga.

Tahap awal pendampingan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Gedung PCNU Batang, Selasa (4/8/2026). Dalam forum tersebut, tim multidisiplin IPB bersama PCNU, pemerintah daerah, dan mitra usaha membahas desain tapak atau site plan kawasan.

Ketua Tanfidziyah PCNU Batang Ahmad Munir Malik mengatakan tanah wakaf tersebut akan dioptimalkan menjadi pusat ekosistem agribisnis dengan melibatkan masyarakat sekitar.

“Kita optimalkan untuk peternakan, pertanian maupun perkebunan yang akan dikolaborasikan bersama Nestle agar bisa mencukupi kebutuhan pasar,” kata Ahmad.

Menurut dia, keterlibatan langsung petani dan warga menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan. Masyarakat nantinya dapat terlibat dalam kegiatan produksi dengan skema kerja sama bagi hasil sesuai prinsip syariah.

“Tujuannya agar masyarakat lebih sejahtera. Tentu akan ada akad kerja sama bagi hasil, sesuai syariat Islam,” ujarnya.

Program tersebut nantinya tidak hanya berfokus pada lahan wakaf di Blado. PCNU Batang bersama IPB University berencana memperluas pendampingan ke lahan milik masyarakat di sejumlah wilayah, antara lain Reban, Bawang, dan Blado.

Ahmad mengatakan IPB dipilih sebagai mitra karena memiliki sumber daya ahli di bidang pertanian dan peternakan yang sesuai dengan karakteristik masyarakat Batang.

“Mayoritas warga Nahdliyyin berprofesi sebagai petani. Karena itu, kami membutuhkan pendampingan dan penguatan dari tenaga ahli,” katanya.

Kepala Divisi Pengembangan Kerja Sama Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University Caswiyono Rusydie Cakrawangsa menjelaskan, DOSPULKAM di Batang memiliki sejumlah agenda utama.

Pertama, menyusun site plan kawasan secara partisipatif. Kedua, memperkuat tata kelola kelembagaan ZISWAF di lingkungan PCNU. Ketiga, memberikan pelatihan sistem pertanian dan peternakan terpadu kepada masyarakat.

“Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan model pengelolaan wakaf produktif yang berkelanjutan dan menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Caswiyono.

Ia menambahkan, DOSPULKAM di Kabupaten Batang juga menyasar pengembangan industrialisasi pedesaan, termasuk komoditas kopi dan teh di wilayah Blado dan Reban.

Sementara pengembangan tanah wakaf NU akan dilanjutkan melalui studi lapangan serta pendampingan masyarakat di sekitar kawasan.

Guru Besar Ilmu Peternakan IPB University Prof. Dr. Ir. Muladno mengatakan kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ekosistem peternakan sapi perah yang terintegrasi.

Menurutnya, pengembangan usaha dari hulu hingga hilir dapat memberikan manfaat ekonomi lebih luas karena melibatkan banyak pelaku usaha.

“Sisi kemanfaatannya lebih besar karena ketika memiliki usaha dari hulu sampai hilir, akan melibatkan banyak pelaku usaha di dalamnya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, petani dan warga dapat terlibat dalam penyediaan pakan, sementara hasil susu dari peternak dapat masuk ke rantai pasok industri.

Peran IPB, lanjut Muladno, adalah memberikan ilmu pengetahuan, teknologi, serta konsep dasar agar masyarakat mampu mengelola lahan wakaf secara produktif.

“Kami berupaya mendampingi warga Nahdliyyin untuk bisa mengelola lahan wakafnya supaya lebih produktif, jadi lebih menghasilkan,” katanya.

Corporate Sustainable Agriculture Advisor PT Nestlé Indonesia Syahrudin mengapresiasi inisiatif PCNU Batang tersebut.

Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan yang sejalan dengan pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis potensi peternakan rakyat.

“Komitmen kami terus berupaya mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi peternakan rakyat,” ujar Syahrudin. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |