JAKARTA, iNews.id – Indonesia mencetak sejarah dengan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang membangun ekosistem plasma nasional secara terintegrasi.
Langkah ini ditandai dengan kemitraan strategis antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan perusahaan biofarmasi global Takeda untuk memperkuat industri plasma sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk obat derivat plasma (PODP).
Baca Juga
Kabar Baik! Indonesia Segera Punya Bank Plasma Nasional, Pasien Penyakit Langka Diuntungkan
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Kementerian Kesehatan menetapkan Takeda sebagai industri farmasi yang dapat menyelenggarakan fraksionasi plasma. Penetapan ini memungkinkan perusahaan melakukan pengumpulan plasma dan proses fraksionasi secara bertahap sebagai fondasi pembangunan ekosistem plasma nasional, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pengembangan industri biofarmasi di dalam negeri.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pembangunan ekosistem plasma merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan kesehatan nasional sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses yang lebih baik terhadap terapi penting.
Baca Juga
Catat! Menkes Budi Ingatkan Bahaya Saus Kemasan, Ini Alasannya
"Inisiatif ini mencerminkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk membangun industri strategis di sektor kesehatan dan memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengobatan penting dan inovatif," kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow















































