JAKARTA, iNews.id - Dunia politik masih menjadi arena yang penuh tantangan bagi perempuan. Ketua DPP Partai Perindo Bidang Kesehatan Masyarakat Sri Gusni Febriasari menegaskan, perempuan perlu membuktikan kemampuannya di dunia politik lewat kerja keras dan prestasi.
Hal itu disampaikan dalam Monthly Talk bertajuk "Penguatan Keterwakilan dan Peran Perempuan pada Legislatif" yang digelar ILUNI Universitas Indonesia.

Baca Juga
Perempuan yang Klaim Jadi Budak Seks Pangeran Andrew dan Epstein Tewas Bunuh Diri
Dia menyoroti banyaknya stigma dan stereotip yang menghalangi perempuan untuk berkiprah lebih luas dalam politik. Bahkan, perempuan yang terjun ke politik sering dipandang sebelah mata.
"Saat perempuan memutuskan untuk terjun ke dunia politik, kita dihadapkan pada stigma bahwa perempuan dianggap kurang mampu dibandingkan laki-laki. Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua," ujarnya dalam diskusi yang disiarkan di kanal YouTube resmi ILUNI UI, Jumat (25/4/2025).

Baca Juga
Gelar Reses, Anggota Legislatif Partai Perindo Dapot Hutagalung Perjuangkan Aspirasi Warga Bengkalis
Dia menambahkan, budaya patriarki juga masih menjadi hambatan besar bagi perempuan untuk menduduki posisi-posisi strategis. "Kita masih hidup dalam budaya yang menganggap bahwa perempuan tidak layak memimpin, bahkan terhadap laki-laki sekalipun," katanya.
Untuk melawan stigma tersebut, dia mengajak kaum perempuan untuk fokus pada pengembangan diri, membangun kapabilitas dan memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang.
"Cara terbaik untuk melawan stereotip ini adalah dengan menunjukkan hasil melalui kerja keras dan prestasi," ujar dia.
Sri Gusni juga menyoroti soal affirmative action yang seharusnya mendukung keterwakilan perempuan minimal 30 persen di legislatif. Sayangnya, target ini belum tercapai.