LUCERNE, iNews.id - Granit Xhaka mengakui pernah memperoleh sertifikat vaksinasi Covid-19 tanpa menjalani proses vaksinasi sebagaimana mestinya. Pengakuan tersebut muncul ketika kapten Timnas Swiss itu tengah menghadapi penyelidikan pidana oleh Kejaksaan Kanton Lucerne.
Xhaka yang kini memperkuat Sunderland mengungkap persoalan tersebut melalui pernyataan di Instagram. Dia menyampaikan pengakuan setelah sebelumnya penyelidikan terkait dugaan sertifikat vaksin Covid-19 palsu mencuat di Swiss.
Baca Juga
Arteta Bergerak usai Arsenal Kalah dari Brighton, Striker Rp817 Miliar Masuk Daftar Belanja
Dalam pernyataannya, Xhaka menjelaskan kondisi yang dia alami saat pandemi. Dia mengaku memiliki keraguan besar terhadap vaksin Covid-19 dan memilih memperoleh sertifikat dibandingkan mencari jawaban atas kekhawatirannya melalui jalur yang tepat.
"Dalam beberapa hari terakhir, banyak hal dilaporkan tentang masalah dari masa lalu saya. Saya ingin membahasnya secara pribadi," kata Xhaka dikutip dari The Sun.
Baca Juga
Arsenal Dibantai Brighton, Puncak Klasemen Premier League Lepas!
"Pada saat itu, terkait vaksinasi Covid-19, saya secara pribadi sangat tidak yakin dan memiliki kekhawatiran serius. Saya sangat tidak percaya terhadap vaksin dan dipengaruhi rasa takut serta ketidakpastian," ujarnya.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































