JAKARTA, iNews.id - Zach Yadegari merupakan pengusaha berusia 18 tahun sekaligus salah satu pendiri dan CEO Cal AI, aplikasi yang memungkinkan orang melacak kalori dengan mengambil gambar makanan mereka. Namun, ternyata dia pernah ditolak oleh sejumlah kampus ternama Ivy League dan universitas top Amerika lainnya.
Melansir Times of India, Dengan IPK hampir sempurna yaitu 4,0 dan perusahaan rintisan yang sukses, Yadegari pernah ditolak oleh sejumlah universitas elit Amerika, seperti Harvard, Princeton, Yale hingga Stanford.

Baca Juga
The Fed Peringatkan Perang Tarif Bisa Picu Lonjakan Inflasi
Sementara itu, perusahaan AI-nya yang berdomisili di New York tersebut telah meraup pendapatan sebesar 30 juta dolar AS setiap tahun.
Ketertarikan Yadegari pada teknologi dimulai sejak dini. Dia mulai terjun ke coding pada usia 7 tahun dan telah membuat aplikasi pertamanya pada usia 12 tahun.

Baca Juga
Siapa Jannie Mouton? Dipecat saat Umur 48 Kini Jadi Miliarder
Pada usia 16 tahun, Yadegari berhasil menjual bisnis permainan daring, yang menjadikannya perusahaan terbarunya, Cal AI. Dimulai saat dia masih di tahun kedua sekolah menengah atas, Cal AI menggunakan kecerdasan buatan untuk memindai gambar makanan dan memantau konsumsi kalori.
Aplikasi tersebut berkembang pesat dan telah menjadi aplikasi dengan pertumbuhan tercepat di bidangnya dan menghasilkan pendapatan jutaan dolar.

Baca Juga