22 Daerah di Jatim Tetapkan Status Darurat Kekeringan, Pemprov Cari Sumber Air Baru

5 hours ago 4

LAMONGAN, iNews.id – Kekeringan di Jawa Timur meluas sehingga membuat pemerintah provinsi harus mencari sumber air baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut tidak selalu mudah karena kondisi sumber air di setiap wilayah berbeda, bahkan sejumlah pengeboran sumur belum berhasil menemukan sumber air.

Hingga 17 September 2026, sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menetapkan status darurat kekeringan. Dari jumlah tersebut, 22 kabupaten telah melakukan dropping air bersih untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air.

Kemarau Panjang, BPBD Jaksel Salurkan 44.000 Liter Air ke 195 KK Terdampak Kekeringan

Baca Juga

Kemarau Panjang, BPBD Jaksel Salurkan 44.000 Liter Air ke 195 KK Terdampak Kekeringan

Salah satu wilayah yang terdampak cukup luas yakni Kabupaten Lamongan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 7.339 keluarga atau 26.551 jiwa terdampak kekeringan yang tersebar di 10 kecamatan.

Gubernur JatimKhofifah Indar Parawansa pun turun langsung mendistribusikan bantuan air bersih ke Dusun Bulu, Desa Mantup, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Sabtu (19/9/2026).

Kekeringan Ekstrem di Pati, 1.700 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Baca Juga

Kekeringan Ekstrem di Pati, 1.700 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Sebanyak 105 keluarga atau 590 jiwa di Dusun Bulu menerima bantuan air bersih berikut sarana penampungan. Pemprov Jatim menyiapkan empat truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter, tiga unit tandon, dua tandon lipat, serta 100 jeriken.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |