JAKARTA, iNews.id - Tiba-tiba sulit mengucapkan kata, tidak mampu menyampaikan apa yang ada di pikiran, atau kesulitan memahami ucapan orang lain bisa menjadi tanda afasia. Kondisi yang berkaitan dengan gangguan fungsi bahasa di otak ini kini mendapat perhatian dari perkembangan teknologi neurosains, salah satunya melalui Transcranial Magnetic Stimulation (TMS).
Teknologi tersebut memungkinkan dokter memberikan stimulasi pada area tertentu di otak secara lebih terarah. Dengan pendekatan ini, penanganan gangguan komunikasi pada pasien tidak hanya mengandalkan obat-obatan.
Baca Juga
Jangan Anggap Sepele Abu Vulkanik, Partikel Halus Bisa Rusak Pembuluh Darah hingga Picu Stroke
Dokter Spesialis Saraf Siloam Hospitals Lippo Village, Prof. Dr. dr. Yusak M T Siahaan, Sp.S(K), mengatakan perkembangan neurosains telah mengubah pendekatan dalam menangani berbagai gangguan saraf.
Para dokter yang terlibat dalam teknologi TMS di acara press conference Siloam Neuroscience Summit 2026. (Foto: Mei Sada Sirait)"Dulu pengobatan hanya bisa secara obat farmakoterapi atau suntikan biasa," kata Prof Yusak dalam konferensi pers Siloam Neuroscience Summit 2026, Sabtu (19/9/2026).
Baca Juga
Kisah Keajaiban Aida Zaskia, Sembuh dari Stroke dan Kanker Stadium 3
Menurut dia, perkembangan teknologi kini memungkinkan dokter menggunakan neuromodulasi untuk memberikan stimulasi pada area otak yang menjadi target penanganan.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































