TEHERAN, iNews.id - Empat bulan setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei pada akhir Februari 2026, Iran akhirnya menggelar prosesi pemakaman kenegaraan secara besar-besaran. Penundaan dilakukan karena situasi perang dan ancaman keamanan yang masih tinggi.
Rangkaian pemakaman berlangsung selama sepekan, dimulai dari penghormatan terakhir di Imam Khomeini Grand Mosalla, Teheran, prosesi akbar di ibu kota, berlanjut ke Qom dan sejumlah kota suci di Irak, hingga pemakaman di Mashhad dekat kompleks Makam Imam Reza.
Baca Juga
Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri Pejabat dari 100 Negara Lebih
Suasana duka menyelimuti prosesi tersebut. Jutaan warga Iran turun ke jalan, membawa foto Khamenei, bendera Iran, serta bendera merah sebagai simbol perlawanan. Tangis, doa, dan salat jenazah mengiringi perjalanan terakhir sosok yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.
Namun, suasana berkabung juga diwarnai slogan politik anti-Amerika Serikat dan anti-Israel, bahkan sebagian massa menyerukan pembalasan atas kematian Khamenei.
Baca Juga
Menlu dan Ketua MPR bakal Berangkat ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Di tengah prosesi besar itu, perhatian internasional tertuju pada absennya Mojtaba Khamenei, putra sekaligus penerus kepemimpinan Iran, yang disebut masih menjalani pemulihan dan berada di lokasi rahasia karena alasan keamanan.
Pemakaman ini tidak hanya menjadi momen duka nasional, tetapi juga panggung politik untuk menunjukkan persatuan dan kekuatan Republik Islam Iran. Berakhirnya prosesi pemakaman Ali Khamenei sekaligus menandai dimulainya babak baru politik Iran di bawah kepemimpinan baru.
Baca Juga
Teheran Dipenuhi Jutaan Pelayat, Prosesi Pemakaman Ali Khamenei Berlangsung Khidmat
Editor: Donald Karouw
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































