Kabupaten Pekalongan, Infojateng.id – Farikhatun, warga Kecamatan Jatinegara, merasa lega setelah anaknya Muhammad Jazil Attaillah, berhasil menjalani operasi revisi bibir sumbing.
Anaknya adalah salah satu dari 39 orang pasien operasi bibir sumbing gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal bersama RSUD dr Soeselo Slawi dan Yayasan Smile Train Indonesia.
Menurut Farikhatun, sebelumnya, anaknya yang berusia tiga tahun tersebut telah menjalani operasi revisi sebanyak dua kali.
“Ini operasi revisi yang ketiga dan masih akan ada tindakan lanjutan pada bagian hidung. Saya senang sekali karena sekarang anak saya sudah terlihat lebih ganteng dan semakin percaya diri. Terima kasih kepada Kabupaten Tegal dan Smile Train yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini. Sekarang anak saya punya senyum yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, mengatakan, program operasi bibir sumbing gratis tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas. Program tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para penyandang bibir sumbing dan celah langit-langit.
“Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Ischak.
Ia berharap jumlah penderita bibir sumbing dapat terus berkurang dari tahun ke tahun, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Direktur RSUD dr Soeselo Slawi, Guntur Muhammad Taqwin, menjelaskan, kondisi bibir sumbing dapat menimbulkan berbagai gangguan, mulai dari kesulitan makan, minum hingga berbicara. Oleh karena itu, tindakan operasi menjadi langkah penting untuk membantu pasien menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.
“Melalui operasi ini diharapkan pasien dapat memperoleh fungsi makan, minum, dan berbicara yang lebih optimal sehingga mampu menjalankan aktivitas secara normal,” jelas Guntur.
Sementara itu, Country Manager Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, mengapresiasi komitmen Pemkab Tegal dan RSUD dr Soeselo Slawi dalam mendukung program kemanusiaan.
Deasy menyampaikan pihaknya bermitra dengan 81 unit rumah sakit di seluruh Indonesia dan membantu pelaksanaan sekitar 8.000 operasi bibir sumbing, setiap tahunnya.
Sebagai informasi, para peserta operasi bibir sumbing gratis terdiri dari 29 pasien anak-anak dan 10 pasien dewasa. Mayoritas peserta berasal dari Kabupaten Tegal, sementara sebagian lainnya berasal dari Kabupaten Semarang, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang.
Kegiatan Operasi Revisi Bibir Sumbing tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-425 Kabupaten Tegal dan HUT ke-78 RSUD dr. Soeselo Slawi, pada akhir Mei 2026. (eko/redaksi)

13 hours ago
5

















































