Walikota Robby Dorong Inovasi, UMKM, dan Penataan Rumah Kos untuk Bangun Wilayah dari Akar Rumput

13 hours ago 4

Salatiga, Infojateng.id – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan menegaskan pembangunan kota harus dimulai dari tingkat paling bawah dengan melibatkan masyarakat secara aktif.

Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja dan pembinaan kewilayahan di Kelurahan Salatiga yang dihadiri unsur pemerintah daerah, perangkat wilayah, serta masyarakat setempat, baru-baru ini.

Dalam kegiatan tersebut, Robby didampingi Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Camat Sidorejo.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat pembangunan wilayah, mulai dari peningkatan kesejahteraan warga, pengelolaan lingkungan, pengembangan ekonomi lokal, hingga penegakan ketertiban. Salah satu perhatian yang disoroti adalah peningkatan kesejahteraan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Selain pemberian insentif tahunan, Pemerintah Kota Salatiga akan membuka peluang keterlibatan Linmas dalam berbagai program perangkat daerah, termasuk pelatihan keterampilan produktif melalui kerja sama dengan Rumah Dilan (Rumah Pendidikan dan Keterampilan).

“Berikan ruang bagi Linmas untuk berkarya dan berinovasi guna meningkatkan kesejahteraan mereka. Termasuk melibatkan Linmas perempuan karena beberapa persoalan di masyarakat lebih efektif diselesaikan oleh sesama perempuan,” kata Robby.

Dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Robby meminta jajaran kelurahan melakukan pendataan secara akurat terhadap jumlah sekolah, siswa, ibu hamil, dan ibu menyusui. Data tersebut dinilai penting untuk memastikan perencanaan dan distribusi layanan berjalan tepat sasaran.

Di bidang lingkungan, Robby mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama. Ia mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah, serta pemanfaatan sampah organik melalui pembuatan kompos dan biopori.

Untuk meningkatkan partisipasi warga, Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga juga tengah menyiapkan kompetisi kebersihan antarkelurahan dan antarRW.

“Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Robby meminta pemerintah kelurahan segera menyusun rencana aksi pengembangan potensi wilayah, baik di bidang ekonomi, pariwisata, maupun digitalisasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi fokus pembangunan. Pemerintah Kota Salatiga berkomitmen mendukung pengembangan produk unggulan daerah dari hulu hingga hilir, termasuk memfasilitasi promosi produk lokal di area bandara sebagai etalase bagi UMKM Salatiga.

Di sisi lain, program satu rumah satu akses internet terus didorong untuk memperluas akses digital masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi kreatif.

Pada kesempatan tersebut, Robby juga menyoroti pentingnya penataan dan pengawasan rumah kos sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban lingkungan. Ia meminta setiap rumah kos memiliki pengelola atau penjaga yang menetap di lokasi sehingga pengawasan terhadap penghuni dapat dilakukan secara optimal.

Selain itu, BPKPD diminta melakukan pendataan ulang rumah kos di seluruh wilayah Kota Salatiga sekaligus memastikan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Salatiga menegaskan komitmennya membangun wilayah dari akar rumput dengan mengedepankan partisipasi masyarakat, penguatan ekonomi lokal, transformasi digital, serta terciptanya lingkungan yang tertib, aman, dan berkelanjutan. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |