Wali Kota Magelang Dorong Literasi Kebencanaan untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga

11 hours ago 3

Kota Magelang, infojateng.id – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mendorong peningkatan literasi kebencanaan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Hal itu disampaikan Damar saat menerima kunjungan kerja anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang, baru-baru ini.

Menurutnya, meskipun luas wilayah Kota Magelang relatif terbatas, posisinya sebagai pusat aglomerasi membuat daerah tersebut tetap harus siap menghadapi berbagai dampak bencana, termasuk yang terjadi di wilayah sekitar.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendorong program literasi kebencanaan kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman terhadap potensi risiko bencana, dimulai dari lingkungan keluarga.

“Kita kenalkan konsep mitigasi bencana, yakni upaya mengurangi risiko sebelum bencana terjadi,” kata Damar, didampingi Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang, Candra Adi Wijatmiko.

Ia menjelaskan, pemahaman dasar masyarakat terhadap kondisi lingkungan sekitar sangat penting.

Hal itu mencakup kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik di rumah, pengelolaan drainase yang dapat memicu genangan atau banjir, hingga kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan petir.

“Masyarakat harus memahami kondisi di rumahnya sendiri. Misalnya instalasi kabel listrik yang berpotensi memicu kebakaran, drainase yang tersumbat sampah hingga menyebabkan genangan, atau kapan harus menghindari aktivitas di luar saat cuaca ekstrem,” jelasnya.

Damar menilai peningkatan literasi kebencanaan menjadi langkah strategis agar masyarakat memiliki kesadaran dan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana.

Data Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menunjukkan, dalam dua bulan terakhir tercatat sebanyak 32 kejadian bencana di wilayah tersebut, dengan berbagai skala kejadian mulai dari kecil hingga sedang.

“Artinya, intensitas kebencanaan itu memang ada di tengah kita,” ujarnya.

Karena itu, Damar menegaskan upaya edukasi kebencanaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan berbagai unsur melalui pendekatan kolaboratif, termasuk media massa.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi VIII yang dinilainya sebagai bentuk perhatian terhadap upaya penguatan kesiapsiagaan bencana di Kota Magelang.

“Kami merasa terhormat Kota Magelang mendapat perhatian dari DPR RI Komisi VIII yang telah berkunjung,” katanya.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi VIII Wibowo Prasetyo menilai kesiapsiagaan pemerintah daerah menjadi hal penting di tengah kondisi cuaca ekstrem yang saat ini terjadi di berbagai wilayah.

“Situasi ini sangat kontekstual karena kita sedang menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem. Anomali cuaca terjadi di berbagai daerah, hujan bisa turun kapan saja dan sulit diprediksi. Karena itu kita harus benar-benar siap siaga dan memiliki mitigasi kebencanaan yang baik,” ujar Wibowo.

Menurut dia, Kota Magelang telah memiliki kesiapan yang cukup baik dalam menghadapi potensi bencana.

Hal ini terlihat dari adanya kajian risiko kebencanaan yang mencakup berbagai potensi, seperti tanah longsor, banjir, hingga potensi kebakaran di kawasan permukiman padat.

“Banjir di kota mungkin bukan seperti banjir besar yang kita kenal, tetapi berupa genangan yang bisa menimbulkan berbagai masalah. Apalagi kota identik dengan kepadatan penduduk yang juga meningkatkan potensi kebakaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan media massa juga memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama dalam melindungi warga dari risiko bencana. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |