Wonogiri, infojateng.id – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mandiri Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, menggelar Pameran Hasil Belajar dan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) Tahun Ajaran 2025/2026, Senin (1/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi atas capaian pembelajaran warga belajar sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PKBM Mandiri tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Giritontro, Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, warga sekitar, serta para warga belajar.
Kepala PKBM Mandiri, Sri Hartanto, mengatakan pameran hasil belajar merupakan bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat sekaligus media untuk menampilkan berbagai capaian yang telah diraih warga belajar selama satu tahun ajaran.
Menurutnya, pendidikan nonformal tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan keterampilan hidup (life skills) dan pemberdayaan masyarakat.
“Pendidikan nonformal harus mampu memberikan manfaat nyata bagi warga belajar dan masyarakat. Oleh karena itu, selain meningkatkan kompetensi akademik, PKBM Mandiri juga berupaya mengembangkan keterampilan yang aplikatif, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, serta memperkuat karakter dan kepedulian sosial warga belajar,” ujarnya.
Sri Hartanto menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan pendidikan nonformal tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, PKK, dunia usaha, hingga masyarakat.
Menurutnya, kehadiran Camat Giritontro, jajaran PKK Kecamatan Giritontro, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur masyarakat lainnya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan nonformal sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat sehingga PKBM mampu menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Pendidikan tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga membangun kemampuan hidup, kemandirian, dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan bakti sosial yang menyasar warga belajar, masyarakat sekitar, dan anak-anak yatim piatu. Melalui kegiatan tersebut, PKBM Mandiri berupaya menanamkan nilai kepedulian sosial, gotong royong, dan semangat berbagi sebagai bagian dari pembentukan karakter warga belajar.
Selain itu, peserta dan masyarakat juga mengikuti pelatihan memasak skala besar yang dipandu chef profesional. Pelatihan ini memberikan pengalaman praktik langsung mengenai teknik pengolahan makanan, manajemen bahan baku, hingga penyajian makanan dalam jumlah besar.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan yang bernilai ekonomis dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri.
Sebagai upaya mendukung pemberdayaan masyarakat di bidang ketahanan pangan dan peternakan, PKBM Mandiri juga menggelar pelatihan pembuatan pakan fermentasi. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk menghasilkan pakan ternak yang lebih efisien, ekonomis, dan bernilai gizi baik.
Program tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat karena dinilai sesuai dengan kebutuhan warga di wilayah pedesaan.
Melalui Pameran Hasil Belajar dan PSAT Tahun Ajaran 2025/2026, PKBM Mandiri menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan nonformal lainnya untuk mengembangkan program pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan sosial kepada warga belajar dan anak yatim piatu, peninjauan hasil karya warga belajar, serta sesi kebersamaan antara peserta, tamu undangan, dan masyarakat. (eko/redaksi)

4 hours ago
3

















































