Batang, infojateng.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang menggelar Festival Teater Bocah 2026 untuk pertama kalinya sebagai upaya menanamkan karakter positif kepada anak sejak usia dini.
Melalui seni teater, para pelajar diajak mengembangkan rasa percaya diri, kejujuran, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama.
Festival yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Batang, Sabtu (18/7/2026), diikuti 12 kelompok teater dari jenjang sekolah dasar yang mewakili 12 Koordinator Wilayah (Korwil) se-Kabupaten Batang.
Kepala Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, mengapresiasi kemampuan para siswa yang mampu memerankan tokoh dengan penuh penghayatan layaknya aktor profesional di atas panggung.
“Luar biasa mereka mampu membawakan peran masing-masing dengan sungguh-sungguh. Bahkan ada karakter seorang guru SD yang diperankan secara maksimal oleh siswi kelas 6. Ini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter anak untuk masa depannya,” ujarnya.
Menurut Bambang, seni teater bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membangun keberanian, kepercayaan diri, komunikasi, dan kekompakan antarpemain.
Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar menikmati proses saat tampil di atas panggung tanpa terbebani target menjadi juara.
“Kalau sudah berada di atas panggung jangan minder. Bermainlah sebaik mungkin, bukan semata-mata karena ingin menang, tetapi tampilkan kemampuan terbaik,” pesannya.
Melihat tingginya antusiasme peserta, Disdikbud Batang berencana menjadikan Festival Teater Bocah sebagai agenda tahunan. Bahkan, ke depan kegiatan tersebut berpeluang disinergikan dengan Festival Drama Pelajar (FDP) sesuai kategori usia peserta.
Ketua Panitia Festival Teater Bocah 2026, Ahmad Saiful Muluq, mengatakan penyelenggaraan festival difokuskan untuk membangun iklim seni teater di kalangan pelajar sekolah dasar sekaligus memperkuat pendidikan karakter.
“Ke depan memang dimungkinkan disinergikan dengan Festival Drama Pelajar. Namun saat ini fokus kami menjaga konsistensi pelajar SD dalam berteater agar menjadi budaya positif di Kabupaten Batang,” katanya.
Ia mengakui proses seleksi peserta dari masing-masing Korwil cukup menantang. Meski demikian, semangat guru dan siswa tetap tinggi sehingga setiap kelompok mampu menampilkan pementasan terbaik.
“Karena mewakili tiap Korwil, proses seleksi dilakukan dengan serius agar penampilan yang ditampilkan benar-benar berkualitas,” jelasnya.
Salah satu peserta dari Korwil Banyuputih, Teater Bintang, yakni Manda (12) dan Nayla (11), mengaku baru pertama kali tampil dalam pementasan teater. Meski demikian, keduanya mampu memainkan karakter dengan percaya diri.
Manda memerankan tokoh antagonis bernama Sari, sedangkan Nayla berperan sebagai tokoh protagonis dalam kisah dua penari Sintren yang saling bersaing memikat perhatian penonton.
“Awalnya agak sulit menghafal dialog saat latihan. Tapi karena setiap malam dibaca dan diulang terus, akhirnya saat pentas bisa tampil lancar,” ujar Manda. (eko/redaksi)

1 day ago
5

















































