Dukung Sensus Ekonomi 2026, Bupati Rembang Dorong Penyediaan Data Berkualitas untuk Pembangunan Daerah

13 hours ago 5

Rembang, Infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai upaya menghadirkan data yang akurat dan terpercaya untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Rembang, Harno saat membuka pelatihan petugas Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang di salah satu hotel di jalur Pantura Rembang, Selasa (2/6/2026).

Dalam sambutannya, Harno menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan ekonomi Indonesia.

Karena itu, ia menilai kualitas data yang dihasilkan sangat ditentukan oleh kemampuan, ketelitian, dan integritas petugas saat melakukan pendataan di lapangan.

“Pemerintah berupaya menghadirkan data yang lengkap, akurat, dan terpercaya sebagai dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran. Kuncinya ada di petugas. Apabila data yang dikumpulkan valid, maka program-program pemerintah bisa berjalan dengan benar dan tepat sasaran,” ujar Harno.

Menurutnya, hasil sensus nantinya akan menjadi pijakan penting dalam penyusunan berbagai program pembangunan, mulai dari pemberdayaan usaha, peningkatan investasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga penciptaan lapangan kerja. Data yang terkumpul juga akan membantu pemerintah memetakan kondisi perekonomian daerah secara lebih rinci.

“Setelah sensus selesai, nanti akan terlihat peta ekonomi daerah. Mana yang perlu sangat diperhatikan, apakah nelayan, petani, atau sektor lainnya. Dari situ pemerintah bisa menentukan langkah yang tepat untuk membantu masyarakat yang memang membutuhkan,” katanya.

Harno meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar memahami metode dan teknis pendataan yang telah disusun oleh BPS. Selain penguasaan materi, petugas juga diminta menjaga profesionalisme, objektivitas, dan etika saat berinteraksi dengan masyarakat maupun pelaku usaha.

“Laksanakan pendataan dengan jujur, objektif, dan penuh tanggung jawab. Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat agar proses pengumpulan data berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang berkualitas,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa ketidakakuratan data dapat berdampak panjang terhadap berbagai kebijakan pembangunan, termasuk program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh petugas diharapkan dapat bekerja maksimal selama proses sensus berlangsung.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Rembang, Jubaedi, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai standar operasional prosedur (SOP), metodologi, konsep, serta definisi yang digunakan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

“Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai pelaksanaan pendataan lengkap Sensus Ekonomi 2026 serta menyiapkan petugas yang terlatih dan andal dalam menjalankan tugas di lapangan,” jelas Jubaedi.

Dia menerangkan, sebelum mengikuti pelatihan tatap muka, seluruh peserta telah menjalani pembelajaran mandiri melalui metode Massive Open Online Course (MOOC). Mereka juga diwajibkan mengikuti evaluasi awal dan memenuhi nilai ambang batas (passing grade) yang telah ditetapkan.

“Teman-teman ini sebelumnya sudah mengikuti pembelajaran mandiri, menonton seluruh video materi, dan melalui passing grade. Jadi mereka sudah memiliki bekal awal sebelum mengikuti pelatihan tatap muka selama tiga hari ini,” terangnya.

Menurutnya, pelatihan diikuti ratusan petugas yang dibagi ke dalam beberapa kelas. Selama tiga hari, peserta akan mendapatkan materi mengenai metodologi sensus, tata cara pengisian kuesioner, simulasi wawancara melalui role playing bersama pelaku usaha, hingga pelatihan penggunaan aplikasi pendataan berbasis telepon seluler.

“Pelatihan ini kami desain secara penuh selama tiga hari agar seluruh materi dapat terserap dengan baik. Harapannya, setelah pelatihan selesai, seluruh petugas siap melaksanakan pendataan secara profesional dan menghasilkan data ekonomi yang berkualitas,” ujarnya.

Selain mendukung penyediaan data ekonomi yang akurat, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja sementara di Kabupaten Rembang. BPS merekrut ratusan petugas lapangan untuk mendukung kegiatan pendataan yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
(eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |