Pati, Infojateng.id – Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memberdayakan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui akses permodalan dan pendampingan usaha. Melalui berbagai program sosial dan lingkungan, perusahaan pelat merah ini terus memperluas makna pemberdayaan hingga menyentuh aspek pendidikan, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan.
Salah satu aksi nyata tersebut diwujudkan melalui program penanaman pohon yang dilakukan serentak di 58 kantor cabang PNM di seluruh Indonesia. Sedikitnya 29.000 bibit pohon ditanam sebagai bagian dari upaya mendukung pelestarian lingkungan sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya penanganan perubahan iklim dan perlindungan ekosistem daratan.
Setiap cabang PNM menanam minimal 500 bibit pohon yang diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Mulai dari menjaga kualitas udara, mencegah erosi, hingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi generasi mendatang.
Di Kabupaten Pati, aksi penghijauan tersebut diwujudkan melalui penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Pangkalan, Kecamatan Margoyoso. Keberadaan mangrove dinilai sangat penting untuk mengurangi dampak abrasi laut yang selama ini mengancam lahan tambak milik warga.
Pak Ngarno, perangkat desa sekaligus petani tambak di Desa Pangkalan, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian PNM terhadap lingkungan pesisir.
“Kami merasa sangat senang dan bersyukur dengan adanya program penanaman bibit pohon mangrove oleh PNM di Desa Pangkalan ini. Kami berharap keberadaan mangrove dapat mengurangi dampak abrasi laut yang berpotensi merusak tambak rakyat. Kami selaku petani dan petambak ikan mengucapkan terima kasih kepada PNM atas kepeduliannya melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi ekosistem pantai,” ungkapnya.
Gerakan penghijauan ini merupakan kelanjutan dari semangat kampanye keberlanjutan RE3 FOR-E yang sebelumnya berhasil mengumpulkan sekitar 20 ton pakaian layak pakai dari seluruh Insan PNM. Pakaian tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, bersamaan dengan bantuan buku bacaan guna mendukung peningkatan literasi masyarakat.
Dari pakaian yang diberi kehidupan kedua, buku yang membuka akses pengetahuan, hingga pohon yang ditanam untuk masa depan, seluruh rangkaian program tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk.
Tidak berhenti di sana, semangat pemberdayaan juga diwujudkan melalui program PNM Mengajar yang menjangkau 58 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Sabang sampai Merauke. Program ini bertujuan membekali generasi muda dengan wawasan, motivasi, dan keterampilan sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun kewirausahaan.
Melalui berbagai program tersebut, PNM menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat bukan hanya soal memberikan akses modal usaha. Lebih dari itu, pemberdayaan juga berarti menumbuhkan pengetahuan, kepedulian sosial, serta kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan.
Pada akhirnya, masa depan yang lebih baik tidak hanya dibangun dari usaha yang berkembang dan ekonomi yang tumbuh, tetapi juga dari lingkungan yang tetap lestari serta masyarakat yang memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan dan kesempatan hidup yang lebih baik. (pin/redaksi)

8 hours ago
4

















































