Jelang Porprov Jateng, KONI Batang Screening Ketat Kondisi Atlet

2 weeks ago 26

Batang, infojaten.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Batang resmi memulai rangkaian tes fisik bagi para atlet yang diproyeksikan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah mendatang.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi awal untuk mewujudkan ambisi besar: menembus posisi 10 besar klasemen umum.

Ketua Umum KONI Batang Teguh Supriyanto, turun langsung memantau jalannya tes. Baginya, kebugaran adalah harga mati sebelum bicara soal strategi di lapangan.

“Semuanya kita untuk melihat dari kondisi, mengukur kondisi fisik para atlet yang lolos Porprov. Seandainya nanti ada kendala-kendala yang kurang, ya tetap kita upayakan tetap dikejar fisiknya,” kata teguh saat ditemui di GOR Abirawa Batang, Sabtu (17/1/2026).

Dia tidak main-main, dari 31 cabang olahraga yang ada, tercatat 163 atlet akan diuji secara bertahap.

Agenda besar ini dibagi dalam tiga sesi: Sabtu 17, Minggu 18 dan puncaknya pada 31 Januari mendatang. Targetnya pun jelas. Batang mengincar minimal 32 medali emas untuk mengunci posisi di papan atas.

“Kita harus targetkan 10 besar itu minimal 32 medali. Ada sekitar 10 cabang olahraga unggulan kita, seperti panjat tebing, Xiangqi (catur cina), kempo, atletik, hingga dayung,” katanya.

Di sisi lain lapangan, Koordinator Pelaksana Tes Fisik, Yusnita menjelaskan, bahwa tes ini menggunakan parameter ilmiah yang mengacu pada Per-Menpora Nomor 15.

Para atlet ditantang dalam empat kategori utama, Standing Broad Jump (kekuatan), T-Test Agility (kelincahan), Sprint 40 meter (kecepatan), serta tes aerobik.

Namun, lanjut dia, mendung yang menggelayuti langit Batang sempat membuat panitia harus sigap memutar otak.

“Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, kapasitas aerobik yang harusnya menggunakan Tes Cooper 12 menit, kemungkinan akan kita geser menjadi Tes MFT (Multi-stage Fitness Test),” terang Yusnita.

Ia juga menekankan, bahwa hasil hari ini akan menjadi ‘rapot awal’ yang menentukan masa depan atlet.

Jika ditemukan atlet yang belum memenuhi standar, KONI telah menyiapkan kolaborasi lintas bidang, mulai dari Sport Science hingga Bidang Pembinaan Prestasi untuk memberikan perlakuan khusus (treatment).

Meski beban target 10 besar terasa berat, aura optimisme terpancar kuat dari raut wajah para pengurus.

Saat ditanya apakah kebugaran atlet masih sempat dikejar sebelum hari perlombaan, Yusnita menjawab dengan mantap.

“Kalau saya orang yang optimis ya, jadi nothing is impossible, impossible is nothing. Prinsip saya begitu. Jadi sebelum saya berjuang, saya nggak akan pernah mengatakan tidak bisa,” pungkasnya.

Dengan data awal yang dikantongi hari ini, Kabupaten Batang kini punya peta jalan yang jelasmemperbaiki apa yang kurang dan melesatkan apa yang sudah unggul demi kehormatan di panggung Porprov Jateng 2026. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |