JAKARTA, iNews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluruskan spekulasi terkait peta lokasi pembangunan International Financial Center (IFC) atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Ia menegaskan perhatian pemerintah saat ini masih tertuju penuh pada kawasan Bali, sebagai kandidat terkuat penempatan kawasan eksklusif tersebut.
Menurut Purbaya, hingga saat ini jajarannya belum menerima usulan resmi mengenai alternatif wilayah lain di luar Bali. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyeleksi titik geografis yang dinilai paling ideal dan memiliki daya tarik maksimal bagi kenyamanan operasional para investor raksasa lintas negara.
Baca Juga
Purbaya Bantah Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
"Jadi kan masih dibahas ya, ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali, mungkin ada beberapa titik. Tapi yang jelas, kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk investor internasional," kata Purbaya saat ditemui usai raker Komisi XI, Kamis (2/7/2026).
Adapun mengenai kemungkinan ekspansi proyek tersebut ke wilayah padat ekonomi seperti Pulau Jawa, Purbaya menyatakan belum bisa memberikan konfirmasi.
Baca Juga
Purbaya Ungkap Penyebab Neraca Dagang RI Tiba-Tiba Defisit di Mei 2026
Lebih lanjut, ia juga membantah kabar pusat finansial internasional akan diintegrasikan ke dalam ekosistem ibu kota baru di Kalimantan Timur. Purbaya menegaskan Ibu Kota Nusantara (IKN) belum masuk ke dalam rencana pembangunan PFII.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































