RSUD Tidar Didorong Tingkatkan Kinerja dan Kompetensi Dokter

1 day ago 6

Kota Magelang, infojateng.id – Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mendorong RSUD Tidar untuk terus meningkatkan kinerja pelayanan sekaligus menyiapkan proyeksi pengembangan rumah sakit yang lebih matang pada tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan saat pembinaan dan evaluasi kinerja RSUD Tidar di Aula Adipura Kencana, Kompleks Kantor Wali Kota Magelang, baru-baru ini.

Damar menegaskan pentingnya menumbuhkan rasa handarbeni atau rasa memiliki bagi seluruh tenaga medis, khususnya dokter dan tenaga kesehatan yang menjadikan RSUD Tidar sebagai tempat kerja utama.

“Harus ada rasa memiliki yang kuat, sehingga tumbuh tanggung jawab untuk bekerja lebih profesional dan amanah. Tahun 2026 kita harus sudah mengetahui arah dan proyeksi kinerja RSUD Tidar,” tegas Damar.

Ia juga menyinggung sejarah panjang RSUD Tidar sebagai rumah sakit rujukan masyarakat se-Kedu Raya.

Bahkan, Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso disebut pernah mengabdikan diri selama 12 tahun sebagai Direktur RSUD Tidar.

“Tidak gampang mempertahankan kepercayaan masyarakat, hingga RSUD Tidar didatangi pasien dari seluruh Kedu Raya. Dulu bangunannya masih peninggalan Belanda, sekarang fasilitas dan peralatannya sudah jauh lebih modern dan canggih,” ungkapnya.

Seiring perkembangan zaman, lanjut Damar, peningkatan kapasitas dan kompetensi dokter menjadi sebuah keniscayaan.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualifikasi dokter spesialis maupun subspesialis, mengingat kompleksitas penyakit yang terus berkembang.

Sebagai rumah sakit milik Pemerintah Kota Magelang, RSUD Tidar diminta terus memberikan pelayanan prima dan tidak boleh terlena meskipun telah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

“Tagline Membangun Bersama Melayani Sepenuh Hati harus diterapkan sungguh-sungguh. Membangun bukan hanya gedung, tetapi juga membangun SDM dan kesadaran kesehatan masyarakat, karena rumah sakit merupakan layanan utama bagi warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Tidar Magelang, dr. Junaedi Wibawa, menyampaikan, kegiatan tersebut diikuti oleh 80 dokter, terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dan dokter subspesialis.

Ia menjelaskan, RSUD Tidar saat ini berstatus sebagai rumah sakit kelas B, dengan jumlah dokter yang secara kuantitas telah mencukupi.

Ke depan, pengembangan rumah sakit akan lebih difokuskan pada peningkatan kompetensi.

“Ke depan, klasifikasi rumah sakit akan berbasis kompetensi. Karena itu, kami mendorong dokter spesialis melanjutkan pendidikan subspesialis, serta dokter umum untuk mengambil pendidikan spesialis,” jelas dr. Junaedi.

Dari sisi pelayanan, Junaedi menyebut kinerja RSUD Tidar berjalan dengan baik. Hal ini ditandai dengan kelancaran pelayanan serta minimnya keluhan masyarakat yang bersifat serius.

“Pelayanan dokter dirasakan sangat memuaskan oleh masyarakat. Selain itu, target keuangan tahun ini tercapai 105 persen. Dari target Rp257 miliar, realisasi mencapai Rp260 miliar,” paparnya.

Saat ini, RSUD Tidar memiliki sekitar 360 tempat tidur dengan total 1.017 tenaga kerja dan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |