JAKARTA, iNews.id - Produsen mobil asal China berpeluang kembali masuk ke pasar otomotif Amerika Serikat (AS) jika bersedia membangun fasilitas produksi dan menciptakan lapangan kerja di Negeri Paman Sam. Pernyataan ini menjadi sinyal baru di tengah ketatnya pembatasan terhadap kendaraan dan teknologi otomotif China di AS.
Produsen mobil China saat ini secara efektif terblokir dari pasar mobil baru AS. Pemerintah sebelumnya telah menerapkan aturan yang membatasi penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak kendaraan terhubung yang terkait dengan China dan Rusia.
Baca Juga
Demo Kelangkaan BBM, Massa PMII Pangkep Blokade Trans Sulawesi
Selain regulasi teknologi, tarif juga menjadi hambatan besar bagi produsen mobil China yang ingin menjual kendaraannya di AS. Pembatasan tersebut bahkan berpotensi semakin diperketat setelah sebuah komite Senat AS mengesahkan rancangan undang-undang terkait pada Juli lalu.
Meski demikian, sikap Donald Trump terhadap produsen mobil China tidak sepenuhnya baru. Trump sebelumnya telah menyampaikan bahwa dirinya terbuka terhadap kehadiran produsen otomotif China apabila perusahaan tersebut berinvestasi langsung di AS dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Amerika.
Baca Juga
Sulit Lepas, Pendekatan Ilmiah Bantu Perokok Dewasa Berhenti Merokok
Pernyataan tersebut muncul ketika kebijakan Washington terhadap industri otomotif China justru memperlihatkan sejumlah sinyal yang beragam.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































