52 Warga Jombang Tewas Terkena Pneumonia, RSUD Minta Masyarakat Waspada

3 hours ago 2

JOMBANG, iNews.id – Penyakit pneumonia menghantui warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dalam enam bulan terakhir, tercatat 52 warga di daerah tersebut meninggal dunia akibat terserang penyakit pneumonia. 

Musim kemarau ekstrem dengan cuaca terik dan berdebu ditengarai menjadi pemicu utama lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berlanjut hingga pneumonia.

5 Gejala Pneumonia, Sempat Dialami Vidi Aldiano Sebelum Meninggal

Baca Juga

5 Gejala Pneumonia, Sempat Dialami Vidi Aldiano Sebelum Meninggal

Berdasarkan data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang, tren penerimaan pasien pneumonia terus mengalami peningkatan selama musim kemarau. Tiap hari, fasilitas kesehatan milik pemkab tersebut menerima limpahan rujukan pasien dari berbagai puskesmas.

Direktur RSUD Jombang, dr Puji Umbaran mengungkapkan, sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026, tercatat akumulasi sebanyak 617 pasien pneumonia yang mendapatkan perawatan medis.

AC dan Kipas Angin Kotor Bisa Picu Pneumonia pada Anak, Ini Faktanya!

Baca Juga

AC dan Kipas Angin Kotor Bisa Picu Pneumonia pada Anak, Ini Faktanya!

"Memang di musim kemarau yang cukup terik ini kasus ISPA tinggi sekali. Hampir setiap hari kami menerima 2 sampai 3 pasien baru. Jika diakumulasi, dalam satu bulan ada sekitar 75 hingga 80 pasien yang kami rawat," ujar dr Puji Umbaran saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).

RSUD Minta Warga Waspada

Dari total ratusan pasien yang ditangani, sebanyak 52 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Pihak RSUD Jombang menilai angka kematian ini tergolong mengkhawatirkan dan berpotensi terus melonjak jika masyarakat abai terhadap protokol kesehatan dasar. 

"Dari Januari sampai Juli ini kita merawat 617 kasus dengan berbagai tingkatan. Ada 52 kasus yang meninggal dunia," tutur dr Puji. 

Dia menjelaskan, pneumonia merupakan bentuk infeksi atau peradangan akut pada paru-paru yang menyebabkan kantong udara (alveoli) terisi cairan atau nanah. 

Penyakit ini umumnya diawali dari paparan ISPA ringan yang tidak tertangani dengan baik dan marak terjadi di musim kemarau.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |