MALANG, iNews.id – Arema FC mengawali Super League 2026-2027 dengan pesta gol 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC. Salah satu kunci keberhasilan Singo Edan adalah efektivitas bola mati yang menghasilkan tiga gol dari skema set piece.
Kemenangan tersebut membawa Arema FC langsung berada di puncak klasemen sementara Super League 2026-2027. Selain tampil dominan dalam permainan terbuka, tim asuhan Marcos Santos juga menunjukkan ancaman besar dari situasi bola mati.
Baca Juga
Arema FC Awali Super League 2026-2027 dengan Pesta 4 Gol, Isen Mulang Kalteng FC Jadi Korban
Tiga dari empat gol Arema FC lahir melalui skema set piece. Diego Landis membuka keunggulan lewat sundulan hasil sepak pojok, kemudian Marcos Vinicius mencetak gol ketiga setelah memanfaatkan situasi bola mati.
Mauro Zijlstra melengkapi pesta gol Arema FC setelah mencetak gol melalui kemelut yang juga berawal dari sepak pojok. Efektivitas tersebut membuat Singo Edan tampil seperti tim yang sudah memiliki pola matang dalam memanfaatkan peluang.
Baca Juga
Mauro Zijlstra Bongkar Alasan Tinggalkan Persija, Kini Bidik Peran Besar di Arema FC
Kemampuan Arema FC dalam mengoptimalkan bola mati mengingatkan pada sejumlah klub Eropa yang dikenal memiliki variasi set piece, salah satunya Arsenal.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































