MAHAKAM ULU, iNews.id – Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, berdampak serius pada perekonomian warga.
Harga kebutuhan pokok terutama beras di wilayah pelosok melambung tinggi hingga mencapai Rp1 juta per karung. Sedangkan harga pertalite mencapai Rp35.000 per liter.
Baca Juga
3 Bulan Dilanda Kekeringan, Warga Grobogan Saling Serobot Bantuan Air Bersih
Kenaikan harga beras dan BBM tersebut imbas menyusutnya debit air Sungai Mahakam yang memicu kelumpuhan moda transportasi air.
Menanggapi krisis yang kian memprihatinkan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu resmi menetapkan status siaga darurat yang berlaku mulai Rabu (19/8/2026). Penetapan status ini berlaku selama satu pekan ke depan dan akan terus dievaluasi sesuai kondisi debit air di lapangan.
Baca Juga
Kekeringan di Majalengka, Warga Desa Kulur Berebut Bantuan Air Bersih
Melalui status ini, Pemkab Mahakam Ulu menyiapkan langkah penanganan darurat termasuk penyaluran bantuan pangan dan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, meski pengiriman ke area pelosok masih terkendala modal transportasi.
"Status siaga darurat ini ditetapkan sebagai langkah untuk memperkuat penanganan dampak kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah menyusutnya Sungai Mahakam," ujar Kepala Pelaksana BPBD Mahakam Ulu, Agus Darmawan, Kamis (20/8/2026).
Transportasi Air Lumpuh
Menyusutnya debit air di sepanjang lintasan Sungai Mahakam wilayah Kabupaten Kutai Barat hingga Mahakam Ulu membuat armada kapal penumpang dan kargo berukuran besar tidak dapat melintas.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































