DPRD Batang Salurkan Bantuan Logistik untuk Ribuan Porsi Makanan

1 day ago 5

Batang, infojateng.id – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Batang sejak Selasa 20 Januari 2026 menyisakan duka bagi ratusan warga.

Di tengah tingginya genangan air yang mencapai 1,2 meter di beberapa titik, para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Batang tidak tinggal diam.

Mereka bergerak cepat memastikan satu hal yang paling mendasar: perut warga terdampak jangan sampai kosong.

Kesibukan luar biasa tampak di dapur umum Dinas Sosial. Kepul asap dan aroma masakan memenuhi udara, menjadi simbol harapan bagi warga di pengungsian.

Dukungan ini mengalir langsung dari jajaran legislatif yang prihatin melihat kondisi riil di lapangan.

Ketua DPRD Batang Su’udi menegaskan, bahwa bantuan yang disalurkan saat ini difokuskan untuk operasional dapur umum.

Menurutnya, logistik makanan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditunda ketika warga terjebak banjir.

“Pimpinan dan teman – teman anggota dewan peduli terhadap para korban, memberikan bantuan untuk kebutuhan dapur umum karena saat ini sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Su’udi usai penyerahan bantuan di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (22/1/2026).

Kepedulian ini disambut baik oleh pemerintah daerah. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Willopo menyampaikan, apresiasi mendalam atas bantuan dari lembaga legislatif tersebut.

Ia mengakui bahwa operasional dapur umum sangat bergantung pada dukungan berbagai pihak agar tetap bisa mengepul.

“Kepada Bapak Ketua DPRD Batang beserta jajaran anggota DPRD, (terima kasih) atas bantuan untuk pelaksanaan kegiatan dapur umum dalam rangka pemberian bantuan kepada warga yang terdampak banjir,” ungkap Willopo.

Tantangan di lapangan memang tidak mudah. Setelah sempat melandai pada awal pekan, tim Dinsos kembali tancap gas di hari kelima karena kondisi cuaca kembali memburuk.

“Hari Rabu dan Kamis ini kita go lagi, istilahnya melaksanakan dapur umum lagi, karena atas perintah dan juga kondisi riil di lapangan masyarakat masih sangat membutuhkan bantuan makanan siap saji,” tegasnya.

Setiap harinya, dapur umum ini menjadi jantung logistik bagi warga Batang yang terdampak.

Meski saat ini bekerja secara mandiri tanpa bantuan personel dari luar daerah, tim berusaha memenuhi target produksi ribuan nasi bungkus untuk didistribusikan siang dan malam.

“Rata-rata 1.500 sampai 2.000 (porsi). Kami dipush paling tidak ya 1.000 sampai 1.500. Insyaallah bisa memenuhi target daripada pemberian makanan tersebut,” jelasnya.

Ia menyebutkan, bahwa catatan Bencana Longsor dan Banjir Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Batang yang dilaporkan oleh Kepala Pelaksana Wawan Nurdiansyah, hujan deras pada 20 Januari 2026 memicu serangkaian bencana di 10 titik.

“Mulai dari longsor di wilayah atas seperti Pecalungan, Tersono, Bandar, dan Blado, hingga banjir luapan Sungai Kupang dan Sungai Sambong yang merendam pemukiman di Warungasem, Klidang Lor, hingga Karangasem Utara,” terangnya.

Di Desa Cepagan saja, sebanyak 40 warga harus mengungsi akibat air yang melimpas masuk ke rumah mereka.

Meski kerusakan fisik menimpa jembatan dan beberapa rumah warga, BPBD memastikan bahwa korban jiwa nihil.

“Sinergi antara legislatif yang memberikan dukungan logistik dan eksekutif yang bekerja di lapangan menjadi kunci utama agar masyarakat Batang bisa segera bangkit dari masa sulit ini,” pungkasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |