Kentang dan Ubi Jalar Jadi Potensi Andalan Ekspor Pangan

1 week ago 19

Batang, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mulai memetakan komoditas pangan unggulan yang berpotensi menembus pasar ekspor.

Dua komoditas yang saat ini diproyeksikan menjadi andalan adalah kentang dan ubi jalar, seiring upaya meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani lokal.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Sutadi Ronodipuro menyampaikan, pihaknya terus mendorong petani agar mampu masuk ke rantai pasar ekspor, baik melalui kerja sama dengan eksportir maupun secara mandiri.

Pihaknya berupaya untuk meningkatkan daya saing petani Kabupaten Batang dengan menawarkan dan mensounding-kan komoditas ke para eksportir.

“Saat ini memang masih bergabung dengan eksportir tingkat Jawa Tengah, tapi harapannya akhir 2026 petani Batang sudah bisa ekspor secara mandiri,” kata Sutadi saat ditemui di Kantor Dispaperta Batang, Kamis (8/1/2026).

Menurut dia, kentang dan ubi jalar dinilai memiliki potensi besar untuk pasar luar negeri, baik dari sisi kualitas maupun peluang permintaan.

Selain itu, lanjutnya, peningkatan produksi pangan di Batang juga membuka peluang pengembangan jaringan pasar, termasuk ekspor.

“Produksi kita naik sekitar 8,5 %. Ini tentu bisa kita dorong ke depan untuk membangun jaringan pasar, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke luar negeri,” jelasnya.

Disampaikan, potensi ekspor pangan Batang juga telah dibahas bersama kalangan akademisi, salah satunya Universitas Diponegoro (Undip), serta pihak offtaker yang berperan menyerap dan menyalurkan hasil pertanian.

Sutadi menyebutkan, sudah berdiskusi dengan Undip sebagai akademisi. Secara potensi, komoditas pangan Batang cukup memungkinkan untuk dibawa ke ranah ekspor, tentu dengan dukungan offtaker dan pihak terkait lainnya.

Dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem, Dispaperta Batang juga menekankan pentingnya pemilihan komoditas yang sesuai dengan kondisi alam, terutama curah hujan yang belakangan meningkat.

“Pemilihan komoditas yang bisa menyesuaikan dengan kondisi curah hujan menjadi upaya penting. Itu kami sampaikan ke petugas di lapangan, disertai pendampingan, pemanfaatan teknologi, serta pengendalian hama dan penyakit,” terangnya.

Sutadi menilai Kabupaten Batang memiliki keunggulan dari sisi keragaman komoditas pertanian.

Meski secara wilayah relatif kecil dibanding daerah lain, Batang dinilai lengkap dari sektor tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan.

“Batang itu sangat beragam. Tanaman pangan ada, hortikultura ada, perkebunan juga lengkap. Ini menjadi nilai tambah. Apa pun yang dibutuhkan pasar bisa kita siapkan, tentu dengan peningkatan kualitas dan volume melalui teknologi,” bebernya.

Ke depan, pihaknya juga membuka peluang pengembangan pertanian modern, seperti hortikultura berbasis greenhouse dan peternakan sistem close house, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian serta peternakan.

“Dengan langkah tersebut, Pemkab Batang berharap komoditas pangan lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi di pasar global melalui ekspor yang berkelanjutan,” pungkasnya. (eko/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |