Usai Kembalikan MBG, Tiba-Tiba SMP N 1 Tayu Disidak DPRD Pati

2 hours ago 1

Pati, infojateng.id – Belum sampai sepekan usai SMPN 1 Tayu mengembalikan ratusan paket MBG pada Jumat (27/2/2026), tiba-tiba sekolah tersebut di-sidak (inspeksi mendadak) oleh sejumlah anggota DPRD Pati, Senin (2/3/2026).

Jajaran Komisi D DPRD Pati yang dipimpin Bandang Waluyo itu bersama anggota DPRD Pati melakukan sidak sekitar pukul 11.30 WIB.

Politisi PDI Perjuangan itu datang menanyakan terkait adanya isu ijazah siswa yang ditahan karena belum melakukan pembayaran ke sekolah. Selain mempertanyakan terkait ijazah, wakil rakyat juga menanyakan soal penurunan prestasi siswa SMPN 1 Tayu.

Kepala SMP N 1 Tayu: Tuduhan dan Informasi Soal Penahanan Ijazah Siswa Tidak Benar

Menanggapi sidak tersebut, Kepala SMP N 1 Tayu Sri Wahyuni dengan tegas mengatakan, informasi dan tuduhan terkait SMP N 1 Tayu yang menahan ijazah siswa karena belum membayar adalah informasi yang tidak benar. “Jadi tidak benar informasi itu (penahanan ijazah siswa, red),” tegasnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya sudah diinformasikan kepada siswa dan wali murid untuk mengambil ijazah secara langsung ke sekolah. Namun, ia mengakui ada beberapa siswa ataupun wali murid yang hingga beberapa waktu tidak juga mengambil ijazah tersebut.

“Dari dulu sampai sekarang, tidak ada niatan sedikitpun dari pihak sekolah menahan ijazah dengan alasan apapun. Selain melanggar, resikonya juga besar. Karena bisa terkena rayap, banjir ataupun hilang. Sebenarnya sejak awal sudah kami umumkan di grup (untuk mengambil ijazah, red) namun nyatanya ada yang tidak segera mengambil. Yang sudah-sudah, kalau datang ke TU, mau ambil ijazah, tanda tangan, ya langsung diberikan,” urainya.

Prestasi Siswa SMP N 1 Tayu Semakin Meningkat

Terkait dengan tuduhan penurunan prestasi, pihaknya menampik prestasi siswa-siswi SMPN 1 Tayu menurun. Bahkan, ia berani mengungkap data bahwa prestasi siswa semakin meningkat.

“Tudahan itu tidak benar, padahal sebaliknya, dari tahun ke tahun saja prestasi siswa-siswi kami, baik akademik maupun non akademik di tingkat nasional hinyga internasional meningkat,” bebernya.

Pihaknya membeberkan, pada 2025 saja, SMP N 1 Tayu menjadi sekolah dengan peraih skor tertinggi indeks indeks inovasi daerah (IID) dan Innovative Goverment Award (IGA). Tak hanya itu puluhan prestasi baik tingkat nasional maupun internasional juga diraih siswa-siswi SMPN 1 Tayu.

“Data terakhir, pada 2025, prestasi anak-anak kami (siswa-siswi SMPN 1 Tayu, red) ada ratusan. Ada 191 tingkat kabupaten, 31 tingkat provinsi, 22 juara tingkat nasional dan 10 juara di tingkat internasional,” bebernya.

Sidak DPRD Pati Dinilai Sarat Politis dan Kepentingan

Sementara itu, waktu yang tidak berjauhan antara pengembalian MBG oleh SMPN 1 Tayu dengan pelaksanaan Sidak oleh DPRD Pati terkesan sarat muatan politis.

Netizenpun menyoroti kinerja DPRD yang terkesan membela rakyat hanya karena ada muatan politis dan kepentingan belaka. Seperti yang disampaikan akun dengan nama Bang Aleh. Ia menuliskan sidak tersebut hanya pengalihan isu saja setelah ada pengembalian MBG oleh SMP N 1 Tayu. “SPPG punya siapa itu, hanya pengalihan isu ke ijazah”. Tulis akun tersebut dalam komentar video yang diunggaj akun Eko Kuswanto.(lut/redaksi)

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |