Rembang, infojateng.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang mulai memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG).
CNG atau gas alam yang terkompresi sebagai bahan bakar operasional dapur SPPG tersebut dinilai lebih hemat. Penggunaan CNG tersebut ditandai dengan kegiatan Nyala Perdana CNG yang digelar di SPPG Dorokandang, Senin (1/6/2026).
Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro’, bersama jajaran PT Rembang Migas Energi (RME), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Rembang.
Wabup Hanies menyampaikan, kebutuhan bahan bakar untuk mendukung operasional dapur MBG akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah SPPG di Kabupaten Rembang.
“Saat ini di Kabupaten Rembang terdapat sekitar 72 SPPG yang telah beroperasi untuk melayani program nasional tersebut,” katanya.
Menurutnya, kerja sama antara pengelola SPPG dengan PT RME menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem ekonomi daerah yang saling menguntungkan.
Selain mendukung kelancaran program MBG, kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat peran BUMD dalam mengembangkan usaha yang produktif.
“Masih banyak SPPG yang berpotensi menjalin kerja sama. Pemerintah daerah siap membantu memfasilitasi komunikasi agar kolaborasi ini dapat terus berkembang,” ujar Hanies.
Ia menambahkan, keterlibatan BUMD dalam penyediaan energi bagi dapur MBG dapat menjadi peluang usaha baru yang berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, Direktur PT Rembang Migas Energi, Rizal Wijaya, menjelaskan bahwa penggunaan CNG menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan LPG. Selain lebih ekonomis, pemakaian CNG juga dinilai lebih efisien dalam mendukung kebutuhan operasional dapur berskala besar.
“Berdasarkan perhitungan kami, penghematan biaya bahan bakar dapat mencapai sekitar 25 hingga 30 persen dibandingkan penggunaan LPG,” jelas Rizal.
Ia menambahkan, ketersediaan pasokan CNG juga relatif terjamin karena PT RME telah menjalin kerja sama dengan pemasok gas alam terkompresi dari Semarang. Dengan demikian, kebutuhan bahan bakar untuk dapur MBG dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Rizal memastikan penggunaan CNG aman selama dioperasikan sesuai standar keselamatan yang berlaku. Ke depan, PT RME menargetkan perluasan kerja sama dengan lebih banyak SPPG di Kabupaten Rembang.
Menurutnya, semakin luas pemanfaatan CNG di dapur MBG, semakin besar pula peluang PT RME untuk meningkatkan kinerja usaha sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah melalui PAD.
Pemanfaatan energi alternatif ini menjadi salah satu bentuk inovasi daerah dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus mendorong optimalisasi peran BUMD dalam penguatan ekonomi lokal. (eko/redaksi)

9 hours ago
5

















































