BRUSSELS, iNews.id - Drone-drone Rusia disebut semakin sering melintasi wilayah udara NATO di sayap timur Eropa. Situasi ini memicu kekhawatiran negara-negara Eropa dan mendorong Uni Eropa menyiapkan sanksi baru untuk menekan Moskow.
Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan, Uni Eropa dan NATO akan meningkatkan tekanan terhadap Rusia, termasuk melalui sanksi, setelah serangan drone di Bandara Leipzig/Halle, Jerman. Menurut dia, Rusia semakin menunjukkan sikap ceroboh melalui berbagai aktivitas yang dinilai sebagai serangan hibrida.
Baca Juga
Sekjen PBB Geram dengan Perang Rusia-Ukraina dan AS-Iran: Hentikan Kegilaan Ini!
Para pekerja bandara pada bulan lalu menemukan sebuah drone yang masih membawa bahan peledak lengkap dengan detonator di Bandara Leipzig/Halle. Bandara tersebut merupakan pusat logistik kargo sipil sekaligus memiliki peran penting bagi NATO di Jerman timur.
Bandara itu juga menjadi pangkalan bagi sejumlah pesawat kargo Antonov An-124 milik Ukraina. Jerman menuding Rusia berada di balik serangan tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari perang hibrida untuk mengintimidasi serta memecah negara-negara Eropa yang mendukung Ukraina.
Baca Juga
Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut
Namun, Rusia membantah terlibat dalam insiden drone yang memasuki wilayah NATO. Moskow menyebut tuduhan Berlin tersebut sebagai tindakan anti-Rusia.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































