JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan perubahan peringkat kesejahteraan atau desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak otomatis membuat penerima bantuan sosial (bansos) kehilangan bantuan. Pihaknya terus bergerak memutakhirkan data.
Gus Ipul menjelaskan DTSEN dibentuk dari konsolidasi berbagai sumber data pemerintah. Data tersebut kemudian distandardisasi dan diperingkatkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Juga
Gaduh Data Desil, BPS Malah Minta Tambahan Anggaran Rp1,4 Triliun
Sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, BPS berperan sebagai pengelola data tunggal. Sementara itu, kementerian/lembaga dan pemerintah daerah ikut melakukan pemutakhiran data.
“Ini adalah pemeringkatan relatif karena setiap hari data ini dinamis sekali. Setiap hari ada yang meninggal, setiap hari ada yang lahir, setiap hari ada yang pindah tempat, setiap hari ada yang menikah, setiap hari ada yang naik kelas, setiap hari ada yang turun kelas,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Baca Juga
Desil DTSEN Sempat Berubah Signifikan, Gus Ipul Ungkap Penyebabnya
Perubahan peringkat dapat terjadi karena kondisi sosial ekonomi masyarakat berubah atau terdapat pembaruan pada data pendukung. Saat ini, pemerintah juga masih melakukan perbaikan terhadap sejumlah data yang mengalami perubahan.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































