JAKARTA, iNews.id - GoogleGemini AI membuat heboh setelah model kecerdasan buatan secara otonom mengakses sistem tiga perusahaan nyata saat menjalani pengujian keamanan siber. Aksi itu terjadi bukan dalam serangan siber sungguhan, melainkan ketika Gemini mengikuti simulasi peretasan yang secara tidak sengaja memberinya akses ke internet.
Google mengonfirmasi insiden tersebut terjadi pada Mei 2026 dalam pengujian yang dilakukan perusahaan evaluator keamanan AI, Irregular. Menurut laporan Reuters, kasus ini menjadi contoh pertama yang diketahui publik ketika sistem AI Google secara mandiri melakukan akses tidak sah ke sistem perusahaan nyata.
Baca Juga
Google Gemini Gandeng BTS! Kini Penggemar Bisa Belajar hingga Tebak Lagu Pakai AI
Menariknya, Gemini awalnya ditugaskan untuk mencari informasi dari perusahaan fiktif dalam sebuah latihan 'capture the flag'. Namun, perusahaan fiktif tersebut ternyata memiliki nama yang sama dengan perusahaan nyata.
Dalam pengujian tersebut, Gemini seharusnya tidak memiliki akses ke internet. Irregular kemudian menyatakan bahwa akses internet justru tersedia secara tidak sengaja di lingkungan pengujian.
Baca Juga
Gemini Makin Fasih Berbahasa Lokal, 84 Persen Pengguna Berinteraksi dengan Bahasa Indonesia
Kronologi Gemini Mengakses Sistem Perusahaan
Pada kasus pertama, Gemini mencoba memperoleh akses ke sistem yang dilindungi dengan menebak kata sandi hingga akhirnya berhasil masuk.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































