NEW DELHI, iNews.id – Pemerintah India mengerahkan tim respons nasional menyusul meningkatnya kasus virus Chandipura yang telah menyebabkan sedikitnya 22 anak meninggal dunia. Wabah ini dilaporkan terjadi di negara bagian Gujarat dan Rajasthan, sehingga memicu kewaspadaan otoritas kesehatan setempat.
Kementerian Kesehatan India menyatakan tim nasional akan membantu pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan wabah, mulai dari investigasi epidemiologi, pengawasan kasus, hingga pengendalian penyebaran virus.
Baca Juga
Data Wabah ASF di Sulbar, 92 Ekor Babi Mati dan Puluhan Lainnya Terjangkit Virus
Virus Chandipura merupakan virus langka yang dapat menyebabkan ensefalitis atau peradangan otak. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak dan dikenal dapat berkembang dengan cepat hingga memicu komplikasi berat.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), virus Chandipura ditularkan melalui gigitan serangga, terutama sandfly (lalat pasir), serta dapat melibatkan nyamuk dan kutu sebagai vektor penularan. Risiko infeksi biasanya meningkat selama musim hujan ketika populasi serangga berkembang pesat.
Baca Juga
Waspada! Campak Sangat Mudah Menular, 1 Pasien Bisa Tularkan Virus ke 18 Orang
Menteri Kesehatan Gujarat, Praful Pansheriya, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap 184 pasien yang diduga terinfeksi.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
















































