COVENTRY, iNews.id - Jaguar Land Rover (JLR) akan memangkas sekitar 4.000 karyawan dalam dua tahun ke depan. Hal ini disebabkan produsen mobil tersebut menghadapi tekanan dari persaingan mobil China, tarif Amerika Serikat (AS), serta transisi menuju kendaraan listrik.
Melansir BBC, pemangkasan tersebut terutama akan berdampak pada karyawan di kantor pusat JLR yang berada di Inggris. Saat ini, perusahaan mempekerjakan sekitar 43.000 orang di seluruh dunia.
Baca Juga
Imbas Tarif Baru Donald Trump, Audi dan Jaguar Hentikan Ekspor ke Amerika
Masalah jangka panjang yang dihadapi JLR semakin berat setelah serangan siber tahun lalu memaksa perusahaan menghentikan produksi selama lebih dari sebulan.
CEO JLR PB Balaji mengatakan, perusahaan berkomitmen memberikan dukungan kepada seluruh karyawan selama proses pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca Juga
Ramaikan Pasar, Jaguar Pastikan Kembangkan Mobil Listrik Mewah di Indonesia
"Industri otomotif menghadapi tantangan signifikan, dengan perubahan teknologi di tengah persaingan ketat dan ketidakpastian geopolitik yang terus berlangsung," ujarnya Balaji.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































