NAGEKEO, iNews.id - Gempa Bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) tak hanya merusak sejumlah fasilitas kesehatan, tetapi juga membuat proses evakuasi pasien dalam kondisi kritis menjadi penuh tantangan.
Salah satunya dialami seorang ibu hamil di Nagekeo yang mengalami komplikasi berat. Di tengah situasi pascagempa, pasien tersebut membutuhkan penanganan medis segera, sementara rumah sakit di wilayahnya tidak dapat beroperasi akibat mengalami kerusakan.
Baca Juga
27 Gempa Susulan Guncang NTT dalam 1 Jam Siang Ini, Terbesar M4,3
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, kondisi itu membuat tim kesehatan harus mencari rumah sakit rujukan lain. Namun, proses evakuasi kembali menghadapi kendala karena akses jalan menuju fasilitas kesehatan terputus akibat dampak gempa.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menanggapi peristiwa gempa NTT. (Foto: Niko Prayoga)"Tadi malam juga Pak Gubernur juga sempat ikut. Kami ada satu pasien di Nagekeo yang ibu hamil melahirkan komplikasinya berat, enggak bisa dibawa karena rumah sakitnya enggak beroperasi," kata Budi saat diwawancarai di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Baca Juga
9 Rumah Sakit dan 68 Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT, RSUD Nagekeo Lumpuh Total!
Menurut Budi, pilihan rumah sakit rujukan terdekat saat itu adalah RSUD Borong dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Alternatif lainnya adalah Rumah Sakit Komodo yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar empat jam.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































