SIDOARJO, iNews.id – Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dievakuasi ke sejumlah rumah sakit diduga keracunan massal usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG), Selasa (1/9/2026) malam.
Peristiwa tersebut diperkirakan bermula setelah para santri selesai melaksanakan ibadah salat Zuhur dan mengonsumsi makanan yang disediakan. Gejala mual, pusing, hingga muntah mulai dirasakan sebagian santri saat memasuki waktu asar.
Baca Juga
130 Santri di Sidoarjo Keracunan Massal usai Santap Makanan, Dievakuasi ke 4 RS
Kondisi fisik para santri dilaporkan terus memburuk dan lemas massal selepas waktu maghrib, sehingga pihak pengurus pesantren langsung menghubungi armada ambulans dan memboyong para korban ke RS terdekat.
Ketua Asrama Putra Ponpes Manbaul Hikam, Ferdiansyah mengatakan, gejala keracunan muncul usai santri mengonsumsi santapan dari paket Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga
Satu Keluarga Meninggal Keracunan di Warakas: Pembunuhan Berencana Akibat Dendam
Paket MBG tersebut diketahui dikirim oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.
"Makanan yang dikonsumsi berasal dari paket MBG pengiriman SPPG Kalitengah," ujar Ferdiansyah.
Dia menegaskan, tidak ada santri yang meninggal dunia dalam musibah keracunan tersebut. Menurut dia, seluruh santri yang mengalami gejala keracunan sudah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit.
“Kami tegaskan seluruh santri yang bergejala sudah dievakuasi dan dipastikan tidak ada santri yang meninggal dunia,” ucapnya.
Pantauan di lokasi, suasana Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Notopuro Sidoarjo tampak membludak dipenuhi santri yang terus berdatangan menggunakan ambulans dalam kondisi lemas dan memprihatinkan.
Bupati Sidoarjo H Subandi bersama Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing turun langsung meninjau kondisi ratusan santri di IGD RSUD Notopuro guna memastikan proses penanganan medis berjalan cepat dan intensif.
Subandi mengungkapkan, hingga Selasa malam jumlah santri yang harus mendapatkan perawatan darurat mencapai 200 orang dan angka tersebut masih berpotensi bertambah mengingat proses evakuasi dari pesantren masih berlangsung.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































