BANGKOK, iNews.id - Pemimpin junta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing melakukan kunjungan ke Thailand pada sejak (3/4/2025) meski negaranya diguncang gempa bumi dahsyat M7,7. Dia menghadiri pertemuan puncak Prakarsa Teluk Benggala untuk Kerja Sama Teknis dan Ekonomi Multi-Sektoral (BIMSTEC).
Bangkok menjadi tuan rumah KTT BIMSTEC yang berlangsung sejak Rabu hingga Jumat. BIMSTEC beranggotakan Thailand, Myanmar, India, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, dan Bhutan.

Baca Juga
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
Kehadiran Min ke forum tersebut untuk menyampaikan pengalamannya menangani gempa yang baru terjadi pekan lalu.
Ini merupakan kunjungan pertamanya ke Thailand sejak mengambil alih kepemimpinan Myanmar pasca-kudeta Aung San Suu Kyi pada 2021.

Baca Juga
Cerita Prajurit TNI Rela Tak Lebaran dengan Keluarga Demi Misi Kemanusiaan di Myanmar
Myanmar masih fokus mencari korban gempa yang hingga sepekan setelah kejadian telah merenggut 3.145 nyawa serta melukai 4.589 lainnya. Selain itu 221 orang dinyatakan hilang.
Gempa dahsyat tersebut juga dirasakan di Bangkok, Thailand, berjarak 1.000 km lebih dari titik pusat guncangan. Di Thailand korban tewas 22 orang dan 70 lebih lainnya hilang. Selain itu guncangan gempa juga dirasakan hingga Bangladesh, India, Laos, dan China.

Baca Juga
Ngeri! Badan Geologi AS Sebut Korban Tewas Gempa Myanmar Bisa Tembus 10.000 Orang
Sejumlah negara, termasuk Rusia, China, dan Belarusia, telah mengirim tim SAR untuk membantu pencarian para korban.
Editor: Anton Suhartono