JAKARTA, iNews.id - Pakar hukum pidana, Didit Wijayanto menyoroti materi dakwaan terhadap Roy Suryo dalam perkara dugaan fitnah terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dia menilai terdapat persoalan dalam penerapan pasal Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dalam surat dakwaan Roy Suryo.
Didit menilai Pasal 35 UU ITE yang digunakan dalam dakwaan tersebut bertentangan dengan Pasal 32 ayat (1) undang-undang yang sama. Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut aspek formil, tetapi telah masuk pada materi dakwaan.
Baca Juga
Pengacara Tegaskan Ijazah Jokowi Asli: Kami Tidak Perlu Debat Kusir
"Ini Pasal 35 (UU ITE) saya bilang, kemudian Pasal 32 ayat (1) udah jelas itu conflicting. Dan lebih aneh lagi, di Pasal 35 dakwaan itu, narasi akhir dalam posita dakwaan, adalah membuat seolah-olah menjadi palsu, bukan di autentik. Kebalik Pak," kata Didit dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Segera Disidang, Roy Siap?' yang tayang di iNews, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga
Eks Hakim Tinggi Soroti Tudingan Ijazah Jokowi Palsu, Beban Pembuktian Ada di Roy Suryo Cs
Dia menilai kekeliruan tersebut membuat materi dakwaan menjadi bermasalah. Didit bahkan menyebut persoalan itu sebagai cacat materiel.
"Jadi itulah cacatnya bukan formil, tapi materi. Jadi ini sudah kacau balau," ujarnya.

















































