BANGKOK, iNews.id - Polisi Thailand mengungkap fakta baru terkait penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi yang menewaskan sembilan orang. Pelaku yang masih berusia 14 tahun diketahui sering bermain game bertema kekerasan dan mempelajari informasi mengenai penembakan di sekolah-sekolah Amerika Serikat (AS).
Aktivitas pencarian tersebut ditemukan dalam pemeriksaan komputer milik pelaku. Polisi menyebut remaja itu mulai mencari informasi mengenai serangan penembakan di sekolah-sekolah AS sejak 30 Juli, beberapa hari sebelum aksi penembakan terjadi pada Jumat (7/8/2026).
Baca Juga
Korban Tewas Penembakan Sekolah Thailand Jadi 9 Orang, Pelaku Juga Bunuh Kakek-Neneknya
Selain mempelajari serangan serupa di AS, pelaku juga menghabiskan banyak waktu bermain game bertema kekerasan. Meski demikian, kepolisian belum memastikan apakah kebiasaan bermain game atau riwayat pencarian di internet tersebut berkaitan langsung dengan aksi penembakan.
Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap rangkaian kejadian sekaligus faktor yang mungkin mendorong remaja tersebut melakukan serangan. Polisi juga mendalami kemungkinan pelaku menjadi korban perundungan atau bullying.
Baca Juga
Reaksi Keras PM Thailand usai Penembakan di Sekolah Tewaskan 8 Orang
Jumlah korban tewas dalam penembakan tersebut kini mencapai sembilan orang, termasuk pelaku. Korban terbaru adalah Naphat Chaima, siswa Mathayom 1 atau setara kelas 7, yang meninggal pada Sabtu (8/8/2026) setelah menjalani perawatan medis.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































