Jepara, infojateng.id – Tim Penggerak PKK Kabupaten Jepara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Jepara di Pendopo R.A Kartini, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran kader di bulan suci Ramadan, tidak hanya dalam koordinasi program, tetapi juga dalam memperkuat nilai spiritual dan kepedulian sosial.
Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso, menuturkan rakor yang dilaksanakan di bulan Ramadan harus dimaknai lebih dari sekadar forum rutin organisasi.
“Rakor di bulan Ramadan menjadi momentum memperkuat ibadah sekaligus kepedulian sosial. Tidak hanya sebagai wadah koordinasi, tetapi juga sarana penguatan spiritual dan kepedulian lingkungan, terutama terkait isu pengelolaan sampah,” ujar Laila.
Ia menegaskan, persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Dalam hal ini, peran kader PKK dinilai sangat strategis untuk membangun kebiasaan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, serta membudayakan hidup bersih dan sehat, terlebih ketika aktivitas rumah tangga meningkat selama Ramadan.
“Mari jadikan sedekah sampah sebagai kegiatan bernilai. Dari rumah tangga, kita bisa memulai gerakan kecil yang berdampak besar,” tambahnya.
Dalam rakor tersebut, Laila juga menyampaikan Program Pokja II, yakni Pojok Baca TP PKK Kabupaten Jepara sebagai ruang literasi ramah anak dan keluarga.
Program ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat.
TP PKK Kecamatan diminta memberikan dukungan berupa donasi buku dari desa-desa di wilayahnya, sementara pengurus kabupaten masing-masing menyumbang dua buku.
Donasi yang diharapkan berupa bacaan edukatif dan inspiratif seperti buku keterampilan, masakan, dongeng anak, serta bacaan keluarga yang layak dan ramah anak.
Selain itu, Laila menegaskan kembali peran strategis Ketua TP PKK Kecamatan sebagai kurator produk unggulan wilayah untuk ditampilkan di Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara.
Ia meminta agar proses seleksi dan pendampingan dilakukan secara cermat sehingga produk yang dipamerkan benar-benar berkualitas, menarik, dan memiliki nilai jual tinggi.
“Untuk kategori kerajinan (craft), produk harus unik, mencerminkan kekhasan daerah, estetis, serta memiliki kemasan yang layak display,” pungkasnya.
Sementara untuk wastra, harus memiliki cerita atau filosofi motif, kemasan menarik, dan daya jual yang kuat.
Adapun produk makanan dan minuman wajib memiliki perizinan lengkap seperti NIB, P-IRT, dan sertifikat halal, dengan kemasan aman serta masa kedaluwarsa yang jelas.
Melalui Rakor ini, TP PKK Kabupaten Jepara berharap sinergi antara kabupaten dan kecamatan semakin kuat dalam mewujudkan keluarga yang berdaya, peduli lingkungan, serta produktif secara ekonomi. (eko/redaksi)

6 hours ago
1

















































