Semarang, Infojateng.id – Kepolisian menyatakan insiden yang melibatkan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bupati Pati nonaktif Sudewo usai sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (29/6), terjadi karena situasi yang sangat padat dan bukan merupakan tindakan yang disengaja.
Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan keberatan dari tim kuasa hukum Sudewo yang sejak awal menilai tindakan petugas KPK telah memicu emosi para pendukung di luar ruang sidang.
Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi kepada penyidik KPK terkait peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil klarifikasi, gerakan petugas yang sempat mengenai tubuh Sudewo terjadi di tengah kondisi berdesakan saat massa memadati area pengadilan.
“Gesturnya memang terlihat seperti menyenggol atau mengenai Pak Sudewo. Namun setelah kami klarifikasi, penyidik menyampaikan bahwa itu bukan tindakan yang disengaja karena situasi sangat ramai,” ujarnya.
Polisi juga membantah berbagai informasi yang beredar di media sosial yang menyebut adanya tindakan pemukulan maupun peludahan terhadap Sudewo. Menurut kepolisian, tidak ditemukan fakta yang mengarah pada dugaan tersebut.
Di sisi lain, tim kuasa hukum Sudewo tetap mempertanyakan tindakan petugas KPK yang dinilai memicu ketegangan. Sebelumnya, Ketua Tim Kuasa Hukum Sudewo, Yupen Hadi, bahkan menyatakan akan menyampaikan protes resmi kepada KPK karena menganggap tindakan petugas telah memancing reaksi para pendukung yang sejak pagi mengawal jalannya persidangan.
Untuk mengantisipasi situasi yang semakin padat, Polrestabes Semarang menerjunkan sekitar 140 personel pengamanan yang diperkuat satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Pasukan Penanggulangan Huru Hara (PHH) Brimob Polda Jawa Tengah, berikut kendaraan taktis dan kendaraan pengawalan.
Dalam proses pengamanan, Sudewo akhirnya dipindahkan dari mobil tahanan ke kendaraan taktis Brimob. Kepolisian menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur pengamanan dalam kondisi dengan eskalasi tinggi, mengingat ribuan pendukung masih memadati kawasan Pengadilan Tipikor Semarang.
Polisi mengakui proses evakuasi sempat terkendala karena akses keluar tertutup kerumunan massa. Petugas kemudian membuka jalur agar kendaraan yang membawa Sudewo dapat meninggalkan lokasi dengan aman.
Evaluasi juga akan dilakukan menjelang sidang lanjutan. Kepolisian menyatakan akan memperbaiki pola pengamanan dan menyiapkan skenario pengawalan yang lebih matang agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Meski sempat terjadi ketegangan, kepolisian memastikan tidak ada pendukung Sudewo maupun peserta aksi yang diamankan setelah rangkaian persidangan berakhir. (one/redaksi)

9 hours ago
2

















































