Ratusan Siswa dan Guru Keracunan MBG, DPRD Tana Toraja Desak Dapur Penyedia Dihentikan

10 hours ago 5

TANA TORAJA, iNews.id - DPRD Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mendesak pemerintah menghentikan operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul kasus dugaan keracunan yang dialami siswa dan sejumlah guru. Dewan juga meminta seluruh proses penyediaan makanan MBG di wilayah tersebut dievaluasi sebelum kembali didistribusikan kepada para penerima.

Desakan tersebut disampaikan setelah ratusan siswa di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Makale mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan MBG. Sejumlah guru yang turut menyantap menu tersebut juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Tembus 127 Siswa, Pemkab Siap Tanggung Biaya Perawatan

Baca Juga

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Tembus 127 Siswa, Pemkab Siap Tanggung Biaya Perawatan

Salah satu guru SMP Negeri 1 Makale, Marselinus Batara mengaku mengalami gangguan pada perut hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya.

"Sakit perut," kata Marsilenus.

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Jadi 127 Siswa, 33 Orang Masih Dirawat

Baca Juga

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Jadi 127 Siswa, 33 Orang Masih Dirawat

Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian serius DPRD Tana Toraja. Dewan meminta pemerintah daerah bersama Satgas MBG tidak hanya menangani para korban, tetapi juga memastikan dapur penyedia makanan diperiksa secara menyeluruh.

Ketua DPRD Tana Toraja, Kendel Rante meminta operasional dapur MBG yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut dihentikan sementara. Penghentian dinilai diperlukan agar proses evaluasi dapat dilakukan tanpa menimbulkan risiko terhadap penerima makanan lainnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |