Tak Cukup Nilai Bagus, Pelajar Kini Dituntut Punya Skill Diplomasi

4 hours ago 2

JAKARTA, iNews.id – Prestasi akademik dengan deretan nilai tinggi kini tak lagi menjadi satu-satunya bekal yang dibutuhkan pelajar untuk bersaing di masa depan. Lantas skill apa yang perlu dimiliki pelajar zaman now? 

Di tengah dunia yang semakin terhubung dan penuh tantangan global, kemampuan berdiplomasi, berkomunikasi, bernegosiasi, hingga bekerja sama lintas budaya mulai dipandang sebagai keterampilan yang tak kalah penting.

Gelar Simulasi Sidang PBB MUN 2025, IPEKA IICS Siap Cetak Diplomat Andal

Baca Juga

Gelar Simulasi Sidang PBB MUN 2025, IPEKA IICS Siap Cetak Diplomat Andal

Ya, fenomena tersebut terlihat dari semakin tingginya minat pelajar mengikuti kegiatan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (Model United Nations/MUN). Melalui forum ini, peserta tidak hanya dituntut memahami isu-isu internasional, tetapi juga menyampaikan gagasan secara logis, mempertahankan argumen, hingga mencari titik temu dengan peserta lain yang memiliki pandangan berbeda.

Dalam salah satu konferensi MUN yang digelar di kawasan BSD, Tangerang Selatan, sebanyak 270 pelajar dari 165 sekolah dan universitas di berbagai daerah Indonesia mengikuti simulasi diplomasi internasional. Mereka membahas beragam persoalan global, mulai dari penyalahgunaan obat resep hingga pengelolaan air berkelanjutan.

IPEKA IICS Angkat Isu Rasisme hingga Mempertahankan Nilai Budaya di MUN 2025

Baca Juga

IPEKA IICS Angkat Isu Rasisme hingga Mempertahankan Nilai Budaya di MUN 2025

President International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, menilai pengalaman seperti ini menjadi ruang belajar yang sulit didapatkan di dalam kelas. Menurutnya, pelajar perlu dibiasakan menyampaikan pendapat sekaligus menghargai sudut pandang orang lain.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |