JAKARTA, iNews.id - Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Minal Aidin Wal Faizin artinya adalah "Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian, serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan orang-orang yang menang." Ucapan ini sering terdengar di kalangan umat Muslim saat merayakan hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha.
Selain sebagai bentuk doa, ungkapan ini juga menjadi simbol persaudaraan dan kebahagiaan dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa atau ibadah haji.

Baca Juga
Tata Cara Salat Idulfitri untuk Wanita
Di berbagai negara, ucapan ini digunakan dengan berbagai variasi budaya, namun tetap mencerminkan harapan yang sama: diterimanya amal ibadah dan tercapainya kemenangan spiritual.
Berikut penjelasan mengenai Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Minal Aidin Wal Faizin artinya :
Baca Juga
Arti Minal Aidin wal Faizin Taqabbalallahu Minna wa Minkum Lengkap dengan Contoh Ucapan
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Minal Aidin Wal Faizin Artinya
Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Minal Aidin Wal Faizin sering digunakan umat Muslim untuk menyampaikan doa dan selamat pada hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Berikut adalah pembahasan lengkap mengenai makna dan penggunaannya.
Makna Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Ucapan ini berasal dari bahasa Arab:

Baca Juga
Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Minal Aidin Wal Faizin, Begini Artinya agar Tidak Salah Kaprah Saat Lebaran
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنكُم
Artinya: "Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian."

Baca Juga
Taqabbalallahu Minna wa Minkum Minal Aidin Wal Faizin Artinya, Kalimat yang Kerap Diucapkan di Momen Lebaran
Ucapan ini merupakan doa yang biasa diucapkan oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat bertemu di hari raya. Berdasarkan hadits dari Jubayr ibn Nufayr, para sahabat saling mengucapkan:
فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك . قال الحافظ : إسناده حسن

Baca Juga
Jawaban Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Ternyata Begini Arti dan Kalimat Panjangnya
Artinya: "Ketika para sahabat Rasulullah bertemu di hari raya, mereka saling mengucapkan 'Taqabbalallahu minna wa minkum'." Al-Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan bahwa sanad hadits ini hasan.
Makna Minal Aidin Wal Faizin
Tambahan Minal Aidin Wal Faizin (مِنَ الْعَائِدِينَ وَالْفَائِزِينَ) berarti:
"Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan orang-orang yang menang."
Ungkapan ini berasal dari doa panjang:
جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين
Artinya: "Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali dalam keadaan suci dan mendapatkan kemenangan."
Menurut NU Online, ungkapan ini tidak memiliki kaitan dengan permintaan maaf secara fisik maupun spiritual, seperti yang sering disalahartikan.
Penggunaan dalam Tradisi Islam
Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum adalah sunnah berdasarkan riwayat sahabat Nabi. Imam Ahmad juga menyatakan bahwa ucapan ini diperbolehkan di hari raya. Beliau berkata:
وَلَا بَأْسَ أَنْ يَقُولَ الرَّجُل لِلرَّجُلِ يَوْمَ الْعِيدِ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُم
Artinya: "Tidak ada masalah bagi seseorang mengucapkan 'Taqabbalallahu minna wa minkum' pada hari raya."
Taqobbalallahu minna wa minkum
Perlu diketahui bahwa terdapat berbagai riwayat dari sejumlah sahabat radhiyallahu ‘anhum yang mengungkapkan selamat di hari raya dengan ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” (تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ) yang berarti "Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian."
فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك . قال الحافظ : إسناده حسن
Dari Jubair bin Nufair, ia menyatakan bahwa ketika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu di hari ‘ied (Idul Fitri atau Idul Adha), mereka saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّاوَمِنْكَ) (Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan bahwa sanad hadits ini hasan.
Pendapat Imam Ahmad
Imam Ahmad rahimahullah menyatakan,
وَلَا بَأْسَ أَنْ يَقُولَ الرَّجُل لِلرَّجُلِ يَوْمَ الْعِيدِ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
“Tidak ada masalah (artinya: boleh-boleh saja) bagi satu sama lain di hari raya ‘ied untuk mengucapkan: Taqobbalallahu minna wa minka (تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّاوَمِنْكَ).”
وَقَالَ حَرْبٌ : سُئِلَ أَحْمَدُ عَنْ قَوْلِ النَّاسِ فِي الْعِيدَيْنِ تَقَبَّلَ اللَّهُ وَمِنْكُمْ .قَالَ : لَا بَأْسَ بِهِ ، يَرْوِيه أَهْلُ الشَّامِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قِيلَ : وَوَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ ؟ قَالَ : نَعَمْ .قِيلَ : فَلَا تُكْرَهُ أَنْ يُقَالَ هَذَا يَوْمَ الْعِيدِ .قَالَ : لَا
Seorang ulama, Harb, melaporkan bahwa Imam Ahmad ditanya tentang ucapan yang biasa diucapkan orang-orang pada hari raya ‘ied, yaitu “Taqobbalallahu minna wa minkum.” Imam Ahmad menjawab, “Tidak ada masalah untuk mengucapkannya.” Dalam riwayat lain, ditanyakan juga tentang pendapat Watsilah bin Al Asqo’, dan Imam Ahmad menegaskan bahwa tidak ada larangan untuk mengucapkan hal tersebut pada hari raya ‘ied.
Ucapan Selamat dari Abu Umamah
وَذَكَرَ ابْنُ عَقِيلٍ فِي تَهْنِئَةِ الْعِيدِ أَحَادِيثً، مِنْهَا ، أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ زِيَادٍ ، قَالَ : كُنْت مَعَ أَبِي أُمَامَةَ الْبَا هِلِيِّ وَغَيْرِهِ مِنْ أَصْحَبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّـهُ عَلَيْهِ وَسَلَم فكانوا إذا رجعوا من العيد يقول بعضهم لبعض: تَقَبَل الله مِنّا ومنك. وقال أحمد: إسناد حديث أبي أمامة إسناد جيد.
Ibnu ‘Aqil menyampaikan beberapa hadits tentang ucapan selamat di hari raya ‘ied. Salah satunya berasal dari Muhammad bin Ziyad yang berkata, “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan sahabat Nabi lainnya. Ketika mereka kembali dari ‘ied (setelah shalat ‘ied), mereka saling mengucapkan, ‘Taqobbalallahu minna wa minka (تَقَبَّل الله مِنّا وَمِنكَ).” Imam Ahmad menyatakan bahwa sanad riwayat Abu Umamah ini jayyid.
Pendapat Malik dan Ahmad
‘Ali bin Tsabit mengatakan, “Aku pernah bertanya kepada Malik bin Anas 35 tahun yang lalu.” Ia menjawab, “Ucapan selamat semacam ini tidak dikenal di Madinah.”
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad berkata, “Aku tidak mendahului dalam mengucapkan selamat (hari raya) kepada siapa pun. Namun jika ada yang mengucapkan selamat padaku, aku akan membalasnya.” Ini adalah berbagai riwayat yang kami kutip dari Al Mughni.
Penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa ucapan selamat (tahniah) saat hari ‘ied seperti beberapa orang mengatakan kepada satu sama lain setelah shalat ‘ied, “Taqobbalallahu minna wa minkum wa ahala Allah ‘alaika,” adalah hal yang telah diriwayatkan oleh beberapa sahabat Nabi. Mereka biasa mengucapkannya dan para imam memberikan keringanan dalam hal ini, seperti Imam Ahmad.
Namun, Imam Ahmad menegaskan bahwa ia tidak ingin mendahului mengucapkan selamat kepada siapa pun. Jika ada yang mengucapkan selamat padanya, ia akan membalasnya.
Hal ini karena menjawab ucapan selamat adalah wajib, sedangkan memulai ucapan tersebut bukanlah sesuatu yang dianjurkan. Siapa pun yang ingin mengucapkan selamat memiliki contoh teladan, dan barangsiapa yang meninggalkannya juga memiliki contoh teladan.