JAKARTA, iNews.id - Tim Indonesian Urban Search and Rescue (INASAR) Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) mendarat di Bandara Naypyidaw, Myanmar, Selasa (1/4/2025) pukul 14.00 waktu setempat. Mereka bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma dengan Pesawat Boeing 737-800 TNI AU bernomor registrasi A-7309.
"Setibanya di Naypyidaw, tim disambut oleh perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon serta jajaran terkait lainnya," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama Ardi Syahri dalam keterangannya, Rabu (2/4/2025).

Baca Juga
4 Alasan Elon Musk Akan Dijadikan Nama Kapal Induk AS Terbaru, Salah Satunya Simbol Kebangkitan Militer
Dia menuturkan, pesawat yang dipiloti Letkol Pnb Rezha Wibowo ini yang ketiga diberangkatkan. Pesawat mengangkut 73 personel INASAR BNPP dan perlengkapan penyelamatan seberat 4.078 kg.
Ardi menyatakan, penerbangan menempuh waktu 4,5 jam. Setiba di bandara, para personel INASAR langsung bergerak menuju lokasi posko taktis misi kemanusiaan di Myanmar usai gempa dahsyat magnitudo 7,7 melanda.

Baca Juga
Naik Hercules, TNI Kirim Anjing Pelacak Bantu Pencarian Korban Gempa Myanmar
"TNI Angkatan Udara terus menunjukkan komitmennya dalam berbagai operasi, termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Pengiriman bantuan ini sekaligus mencerminkan tekad Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M Tonny Harjono untuk mewujudkan TNI AU yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis), sebagai landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas," tutur Ardi.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan Tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) ke Myanmar sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap negara yang sedang dilanda bencana.

Baca Juga