JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap lebih dari 1,4 juta penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi terkait judi online (judol). Namun, pemerintah masih melakukan pendalaman karena ditemukan fenomena Kartu Tanda Penduduk (KTP) penerima bansos yang diduga digunakan oleh orang lain.
Gus Ipul menegaskan temuan tersebut tidak serta-merta menunjukkan penerima bansos yang bersangkutan benar-benar bermain judol. Pemerintah masih melakukan verifikasi untuk memastikan aktivitas tersebut dilakukan oleh pemilik identitas atau pihak lain yang menggunakan KTP mereka.
Baca Juga
Lansia di Pekalongan Tak Lagi Dapat Bansos karena Terindikasi Judol, Padahal Tak Punya HP
“Ya ini juga itu kita punya mitigasinya ya, kita siapkan sistemnya, itu sudah kita siapkan. Yang kedua saya menyangkut judol (judi online) ya, jadi ada satu juta empat ratus lebih yang terindikasi penerima Bansos itu bermain judol. Sekarang kita dalami itu ya, ada fenomena KTP-KTP menerima bansos itu dimanfaatkan dan digunakan orang lain untuk membuat akun, untuk membeli motor, atau untuk membeli aset-aset yang lain termasuk apa untuk langganan listrik,” kata Gus Ipul kepada awak media di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga
Miris! 1 Juta Anak Penerima Bansos Terindikasi Main Judi Online
Menurut Gus Ipul, penyalahgunaan identitas tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa sebelum pemerintah menentukan status penerima bansos. Sebab, warga yang sebenarnya memenuhi kriteria penerima bantuan dapat terdampak apabila KTP mereka digunakan pihak lain.
“Jadi ini sedang kita pastikan semua, jadi kalau ada misalnya keluarga yang tidak mampu tertolak ya karena KTP-nya dimanfaatkan oleh orang lain,” ujarnya.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

















































