JAKARTA, iNews.id - Lima mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mengajukan uji materi terhadap Pasal 27A dan Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menilai kedua pasal yang sering disebut sebagai pasal karet tersebut masih multitafsir dan berpotensi membatasi kebebasan berpendapat di ruang digital.
"Inti pokok perkara ini bukanlah untuk menghapus ketentuan mengenai pencemaran nama baik dalam UU ITE melainkan menguji konstitusionalitas Pasal 27A dan Pasal 45 ayat (4) karena norma tersebut masih kabur dan multitafsir," ujar Nova Ayu selaku pemohon I dalam Sidang Pemeriksaan Pendahuluan, Senin (6/7/2026).
Baca Juga
Roy Suryo Ajukan Gugatan Praperadilan Kedua Terkait Pasal UU ITE
Selain Nova, permohonan tersebut diajukan oleh Diva Maharani Dewiantoro, Trilas Pilda Faulisa, Marsha Widya Asmoro, dan Malik Fahad.
Para pemohon menilai Pasal 27A dan Pasal 45 ayat (4) UU ITE berdampak pada penggunaan ruang digital sebagai sarana berekspresi sehingga bertentangan dengan Pasal 28E ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Baca Juga
Menkomdigi Take Down Video Pernyataan Amien Rais, Diproses sesuai UU ITE
Mereka berpendapat kedua pasal tersebut tidak memberikan batasan yang jelas sehingga berpotensi membatasi kebebasan berpendapat secara tidak proporsional.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































