ANKARA, iNews.id - Israel melakukan beberapa pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza yang membuat Hamas memutuskan untuk menunda pembebasan sandera. Gencatan senjata tahap pertama telah berlangsung 24 hari, yakni sejak 19 Januari hingga 12 Februari 2025.
Di periode itu Israel telah membunuh hampir 100 warga Gaza di berbagai wilayah utara dan selatan, termasuk di antaranya anak-anak.
![Trump Tak Bolehkan Warga Gaza Kembali Setelah Direlokasi](https://img.inews.co.id/media/100/files/inews_new/2025/01/28/pengungsi_gaza4_ap.jpg)
Baca Juga
Trump Tak Bolehkan Warga Gaza Kembali Setelah Direlokasi
Pelanggaran tersebut meliputi serangan militer yakni penembakan dan serangan udara, pengawasan intensif, mencegah bantuan, serta pelanggaran atas hak-hak tahanan Palestina.
Seorang sumber mengatakan kepada Anadolu, Israel telah melakukan 269 pelanggaran protokol kemanusiaan yang juga tercantum dalam kesepakatan gencatan senjata.
![Brutal! Pasukan Israel Bunuh 92 Warga Gaza sejak Gencatan Senjata](https://img.inews.co.id/media/100/files/inews_new/2024/09/03/tentara_israel3_ap.jpg)
Baca Juga
Brutal! Pasukan Israel Bunuh 92 Warga Gaza sejak Gencatan Senjata
Secara keseluruhan ada lima jenis pelanggaran yang dilakukan Israel, sebagaimana disampaikan sumber pejabat yang meminta namanya tak dipublikasikan itu, kepada kantor berita Anadolu.
5 Pelanggaran Gencatan Senjata Israel
1. Pelanggaran Militer
Sumber tersebut mengatakan, kendaraan militer Israel kerap melintasi garis batas yang disepakati di sepanjang Koridor Philadelphia yang terbentang di sepanjang perbatasan Gaza dengan Mesir di Rafah.
![Hamas Tunda Bebaskan Sandera, Warga Israel Justru Demo Kecam Netanyahu](https://img.inews.co.id/media/100/files/inews_new/2024/09/02/demo_israel2_ap.jpg)
Baca Juga
Hamas Tunda Bebaskan Sandera, Warga Israel Justru Demo Kecam Netanyahu
Selain itu jet tempur dan pesawat pengintai Israel berulang kali terbang di atas Gaza, meskipun ada periode larangan terbang yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan.
Militer Israel juga melakukan 29 kali serangan, sebagian besar di wilayah perbatasan Rafah. Selain itu ada sembilan insiden penembakan dan penargetan langsung mengincar daerah permukiman dan fasilitas umum.
![Gawat! Militer Israel Siaga Tinggi Setelah Hamas Tunda Bebaskan Sandera](https://img.inews.co.id/media/100/files/inews_new/2025/02/08/tentara_israel_anadolu.jpg)
Baca Juga
Gawat! Militer Israel Siaga Tinggi Setelah Hamas Tunda Bebaskan Sandera
2. Tahanan Palestina
Pelanggaran paling menonjol termasuk penundaan pembebasan tahanan Palestina selama 6 jam yang tidak bisa dibenarkan. Itu terjadi saat pembebasan tahanan Palestina gelombang ketiga, selain beberapa kasus penyerangan fisik.
Beberapa tahanan dipindahkan ke Gaza tanpa persetujuan atau koordinasi sebelumnya, praktik yang telah terjadi beberapa kali.
![Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Hamas Tunda Pembebasan Sandera](https://img.inews.co.id/media/100/files/inews_new/2025/01/19/hamas_bebaskan_sandera_israel.jpg)
Baca Juga
Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Hamas Tunda Pembebasan Sandera
Pelanggaran lebih lanjut termasuk penundaan dalam memberikan daftar 400 tahanan yang dijadwalkan untuk dibebaskan.
3. Menghalangi Masuknya Bantuan Kemanusiaan
Sumber itu menambahkan, di antara pelanggaran utama, otoritas Israel membatasi masuknya truk tangki bahan bakar menjadi kurang dari 25 per hari, padahal dalam kesepakatan sebanyak 50 truk. Impor bahan bakar juga diblokir dan pasokan untuk tim pertahanan sipil dan kota ditahan.
Dari 200.000 tenda yang disepakati, hanya 53.147 yang telah memasuki Gaza dan tidak ada tempat penampungan prefabrikasi yang diizinkan masuk.
Israel juga memberlakukan pembatasan pada bantuan kemanusiaan Turki, melarang truk memasuki Gaza kecuali jika mereka melepas label yang menampilkan bendera Turki.