Bahaya Hamil di Usia Remaja, Dokter: Risiko Kematian Ibu 5 Kali Lebih Tinggi

9 hours ago 2

JAKARTA, iNews.id - Bahaya hamil di usia remaja kembali menjadi perhatian setelah dokter sekaligus edukator kesehatan dr Adam Prabata mengingatkan besarnya risiko yang dapat dialami ibu maupun bayi. Dia menegaskan kehamilan saat usia sekolah bukan pilihan yang lebih mudah dibanding melanjutkan pendidikan.

Melalui unggahannya di media sosial X, dr Adam menjelaskan tubuh remaja belum sepenuhnya matang secara fisik, mental, maupun sosial untuk menghadapi kehamilan, persalinan, hingga tanggung jawab mengasuh anak.

 Keluar dari Korea, Kembalikan 2 Miliar Won!

Baca Juga

Hong Myung-bo Diteriaki dan Diusir Suporter di Bandara Incheon: Keluar dari Korea, Kembalikan 2 Miliar Won!

"Izin menjelaskan risiko hamil di usia sekolah ya! Tubuh remaja belum sepenuhnya matang secara fisik, mental, dan sosial untuk menghadapi kehamilan dan pengasuhan anak. Banyak yang mengira hamil, melahirkan, dan mengurus anak itu 'lebih enak' atau 'lebih ringan' daripada sekolah, padahal kenyataannya justru sebaliknya," kata dr. Adam.

Menurut dia, kehamilan pada usia remaja meningkatkan berbagai risiko komplikasi selama masa kehamilan hingga proses persalinan. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan ibu maupun janin.

17 Tahun Menggantung, Pemerintah Mulai Tuntaskan Sengketa Lahan Transmigrasi Muarojambi

Baca Juga

17 Tahun Menggantung, Pemerintah Mulai Tuntaskan Sengketa Lahan Transmigrasi Muarojambi

Dia menjelaskan ibu hamil usia remaja lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan, perdarahan, hingga persalinan yang mengalami hambatan atau macet. Risiko tersebut bahkan dapat berujung pada meningkatnya angka kematian ibu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Read Entire Article
Kabar Jateng | InewS | | |