JAKARTA, iNews.id - Memasuki usia 30-an, pria mulai menghadapi risiko meningkatnya lemak visceral atau lemak yang menumpuk di area perut. Kondisi ini bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi juga dapat berkaitan dengan perubahan metabolisme dan kadar hormon testosteron.
Dokter Spesialis Urologi sekaligus edukator kesehatan, dr. Andika Afriansyah, mengingatkan bahwa penumpukan lemak di perut tidak boleh dianggap sepele. Dalam unggahan video di akun Instagramnya, dia menjelaskan jaringan lemak memiliki aktivitas hormonal yang dapat memengaruhi keseimbangan testosteron.
Baca Juga
Dampak Gempa M 7,7 NTT, Pelabuhan Maumere hingga Hotel di Labuan Bajo Rusak
“Perut buncitmu itu lagi ngabisin hormon testosteron darahmu. Bukan ngasal, ini beneran kejadian di dalam badan kita,” ujar dr Andika, dikutip Sabtu (15/8/2026).
Menurut dia, jaringan lemak pada pria memiliki enzim aromatase yang dapat mengubah sebagian testosteron menjadi estrogen. Karena itu, semakin banyak lemak tubuh, terutama lemak visceral, semakin besar pula aktivitas aromatase tersebut.
Baca Juga
Guncangan Kuat Gempa M 7,7 NTT: Warga Panik Berlarian, Satu Orang Tertimbun Bangunan
“Fun fact-nya, lemak di perut cowok usia 30-an itu unik. Dia punya semacam pabrik yang mengubah testosteron kamu jadi hormon cewek, testosteron jadi estrogen. Jadi, makin gede perutmu, makin banyak testosteron yang keambil,” ujarnya.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































