JAKARTA, iNews.id - Pemerintah akan terus memperluas infrastruktur pengisian dayakendaraan listrik (SPKLU) di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari kebijakan transportasi hijau. Hingga saat ini, jumlah SPKLU (EV Charger) telah mencapai 4.892 unit yang tersebar di 3.163 titik seluruh Indonesia.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). "Dengan terus bertambahnya jumlah SPKLU, pemerintah menargetkan mobilitas kendaraan listrik semakin mudah, baik di kawasan perkotaan maupun antardaerah. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi karbon melalui implementasi kebijakan transportasi hijau di Indonesia," ujar AHY saat peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Baca Juga
Kronologi Detik-Detik Briptu Exel Tewas Tertembak Rekan Saat Tangani Keributan di Bolmut
Pulau Jawa tercatat menjadi wilayah dengan jumlah SPKLU terbanyak, yakni 3.638 unit. Disusul Sumatera sebanyak 531 unit, Kalimantan 223 unit, Bali 201 unit, Sulawesi 157 unit, Nusa Tenggara (NTB dan NTT) 87 unit, Papua 31 unit, serta Maluku 24 unit.
AHY mengungkapkan pemerataan pembangunan SPKLU di berbagai pulau diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Baca Juga
Keberadaan Terduga Pelaku Penipuan Tantri Kotak Masih Misterius, Diduga Kabur usai Raup Miliaran Rupiah
Dia menjelaskan sektor transportasi menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar setelah sektor energi. Sekitar 50 persen emisi CO₂ berasal dari sektor energi, sementara 22 persen berasal dari sektor transportasi, dengan 89 persen di antaranya berasal dari transportasi darat.
Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow


















































